fin.co.id - Militer Israel mengaku telah melakukan serangan terhadap target di Teheran pada Jumat, 27 Maret 2026 pagi. Serangan ini dilancarkan hampir sebulan setelah perang Timur Tengah dimulai.
Sebuah pernyataan singkat militer mengatakan, pasukan Israel menyelesaikan gelombang serangan skala besar yang menargetkan infrastruktur rezim teror Iran di jantung Teheran.
Militer Israel juga mengatakan, bahwa mereka telah menyerang lokasi produksi rudal balistik dan sistem pertahanan udara di seluruh Iran.
Mereka melaporkan telah mengenai peluncur rudal dan lokasi penyimpanan di Iran barat, serta lokasi produksi rudal di ibu kota.
Israel mengatakan pada hari Kamis, bahwa mereka telah "meledakkan dan melenyapkan" komandan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, dan beberapa perwira senior.
Israel Lancarkan Serangan ke Lebanon
Sementara itu, media Lebanon melaporkan, serangan Israel menghantam pinggiran selatan Beirut pada Jumat pagi. Koresponden AFP mendengar beberapa ledakan, karena Israel telah melakukan serangan berulang kali sejak perang meletus bulan ini.
Rekaman AFPTV menunjukkan asap mengepul dari area tersebut setelah serangan.
Kantor Berita Nasional resmi Lebanon melaporkan bahwa "pesawat musuh" melakukan serangan di Tahouitet al-Ghadir di pinggiran selatan pada subuh.
Israel sebelumnya telah mengeluarkan peringatan evakuasi besar-besaran untuk daerah tersebut, tetapi tidak memberikan peringatan khusus sebelum serangan Jumat.
Daerah yang biasanya padat penduduk ini sebagian besar telah kosong dari penduduk sejak serangan meletus, dan tidak jelas apakah ada korban jiwa.
Beberapa jam kemudian, juru bicara militer Israel Avichay Adraee meminta penduduk desa Sejoud di Lebanon selatan untuk mengungsi ke utara sungai Zahrani, memperingatkan akan adanya serangan yang akan segera terjadi terhadap Hizbullah.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret ketika Hizbullah yang didukung Teheran mulai menembakkan roket ke Israel untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.