fin.co.id - Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Hezbollah melancarkan serangan intensif terhadap pasukan Israel Defense Forces di wilayah selatan Lebanon.
Dilaporkan The Times of Israel, seorang tentara Israel tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka akibat serangan rudal anti-tank yang terjadi pada Kamis malam (26/3/2026).
Insiden ini menjadi kematian kedua di jajaran militer Israel dalam satu hari, menandakan eskalasi konflik yang semakin serius.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal militer Israel, Hizbullah meluncurkan dua rudal anti-tank dari wilayah utara Sungai Litani di Lebanon selatan.
Target utama mereka adalah tank tempur Merkava yang tengah beroperasi di perbatasan.
-
Rudal pertama berhasil dicegat oleh sistem pertahanan aktif tank
-
Rudal kedua berhasil menghantam target dan menimbulkan korban
Serangan tersebut menewaskan seorang prajurit dari Batalyon 77 Brigade Lapis Baja ke-7 yang berasal dari Yerusalem. Ia menjadi tentara keempat yang gugur sejak konflik dengan Hizbullah kembali pecah pada awal Maret 2026.
Selain korban tewas, dua perwira dan dua tentara lainnya dilaporkan mengalami luka ringan.
Hizbullah Klaim Hancurkan Banyak Target
Kelompok Hizbullah mengklaim serangan mereka lebih besar dari yang dilaporkan pihak Israel.
Mereka menyebut telah:
-
Menghantam hingga 10 tank Israel
-
Menghancurkan dua buldoser militer
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik sejak 2 Maret 2026, ketika Hizbullah mulai meluncurkan roket dan drone sebagai bentuk dukungan terhadap Iran yang terlibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.