Ekonomi . 28/03/2026, 20:38 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Admin
PT Freeport Indonesia dan *holding* industri pertambangan negara, MIND ID, juga diperkirakan akan menikmati keuntungan luar biasa.
Keuntungan ini berasal dari kenaikan harga komoditas mineral global, terutama emas dan tembaga.
Perbedaan nasib yang sangat mencolok ini secara tegas menggarisbawahi potensi luar biasa dari portofolio BUMN secara keseluruhan.
Terutama jika dikelola dengan strategi yang tepat dan terintegrasi secara efektif.
Studi mendalam yang dirilis oleh LM FEB UI ini mengungkap sebuah fakta krusial.
Laba besar yang berhasil diraih oleh BUMN sektor tambang dan sawit sebenarnya dapat menjadi jaring pengaman yang sangat berharga.
Jaring pengaman ini bisa melindungi BUMN di sektor energi dan transportasi yang tengah menghadapi kesulitan.
Sayangnya, kendala utama yang menghambat pemanfaatan potensi ini terletak pada lemahnya koordinasi antar *holding* BUMN.
Koordinasi ini hingga kini belum mencapai tingkat yang ideal.
Mekanisme alokasi sumber daya di antara BUMN-BUMN ini masih terbilang sangat terbatas.
Ini seolah-olah potensi besar tersebut tidak tersentuh.
"Potensi *natural hedge* ini sangat nyata dan terlihat jelas, namun belum sepenuhnya tergarap secara maksimal," tegas Toto Pranoto.
Menurutnya, hal ini terjadi karena mekanisme alokasi dan koordinasi lintas BUMN masih sangat terbatas.
Tanpa adanya sinergi yang kuat dan terintegrasi di seluruh lini, keuntungan melimpah yang didapat di satu sisi berisiko tidak mampu memberikan pertolongan yang berarti.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media