Ekonomi . 28/03/2026, 20:38 WIB

BUMN Terjepit, BUMN Berjaya di Tengah Krisis Selat Hormuz

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Admin

Kelebihan pendapatan ini didapat ketika harga komoditas sedang melambung tinggi di pasar global.

Pendapatan surplus tersebut nantinya akan dialokasikan sebagai "ban serep".

Ban serep ini siap digunakan untuk menstabilkan perekonomian ketika gejolak ekonomi melanda.

"Penguatan koordinasi di tingkat *holding* dan pembentukan instrumen stabilisasi yang efektif menjadi kunci utama," pungkas Toto Pranoto.

Dengan begitu, BUMN mampu menjadi lebih tangguh dalam menghadapi gejolak geopolitik global.

Kini, tantangan terbesar berada di pundak pemerintah.

Mampukah mereka mengambil langkah-langkah radikal ini sebelum krisis Selat Hormuz benar-benar melumpuhkan denyut nadi perekonomian nasional Indonesia? (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com