Dr. Asep Setiawan dari Universitas Muhammadiyah Jakarta menambahkan perspektif yang lebih mengkhawatirkan. Posisi Indonesia dalam struktur militer internasional (ISF) di bawah BOP berpotensi dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita Pembukaan UUD 1945. Tanpa jaminan berdirinya negara Palestina, keberadaan pasukan internasional ini justru berisiko memfasilitasi pemukim Israel untuk perlahan mengambil alih wilayah Gaza yang telah hancur dibom.
Model tata kelola "teknokratis dan apolitis" yang ditawarkan dewan ini dinilai sengaja mengesampingkan peran politik rakyat Palestina sendiri. Jika Indonesia tetap bertahan tanpa daya tawar yang kuat, kita hanya akan melegitimasi sistem yang meminggirkan kedaulatan bangsa Palestina demi stabilitas semu yang dikendalikan oleh kekuatan global tertentu. (*)