fin.co.id - Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan signifikan pada awal April 2026. Logam mulia ini bahkan berhasil menembus USD 4.600 per ons di pasar global.
Penguatan harga emas terjadi setelah muncul sinyal bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi segera mereda.
Menurut laporan pasar yang dikutip dari FX Empire, pernyataan Presiden Iran yang membuka peluang untuk mengakhiri perang dengan syarat tertentu langsung memicu reaksi di pasar keuangan global.
Sentimen geopolitik tersebut membuat investor kembali memantau pergerakan komoditas strategis seperti emas dan minyak.
Emas yang diperdagangkan dalam pasangan XAUUSD menjadi salah satu aset yang paling banyak diperhatikan oleh pelaku pasar.
Pernyataan Iran Picu Reaksi Pasar
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah selama beberapa minggu terakhir memang menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar komoditas global.
Sinyal dari pemerintah Iran yang menyatakan kesiapan untuk mengakhiri konflik memberikan harapan baru bagi pasar internasional.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth sempat menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan meningkatkan intensitas serangan apabila Iran tidak bersedia mencapai kesepakatan.
Namun, sinyal deeskalasi yang datang dari Teheran membuat sentimen pasar mulai berubah menjadi lebih positif.
Kondisi tersebut mendorong pergerakan harga berbagai aset global, termasuk emas yang kembali menguat.
Harga Minyak Turun, Emas Menguat
Perkembangan geopolitik ini juga berdampak pada pasar energi dunia.
Harga minyak global mengalami koreksi setelah muncul harapan bahwa konflik tidak akan berlangsung lebih lama.