Secara otomatis, pelemahan kurs menaikkan ongkos produksi industri yang bergantung pada bahan baku impor.
Terutama sektor makanan, minuman, dan kemasan plastik. Dampak sosial yang mulai terlihat saat ini meliputi:
- Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) anjlok: Turun ke level 134,4 pada Februari 2026, menunjukkan rakyat mulai pesimis.
- Mode bertahan hidup: Masyarakat mulai menahan belanja non-esensial; proporsi tabungan meningkat menjadi 17,7% karena rasa khawatir.
- Ancaman efisiensi & PHK: Dunia usaha yang terhimpit biaya operasional tinggi mulai melakukan efisiensi ketat. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) diprediksi akan dipercepat untuk memangkas biaya tenaga kerja manusia.
Stabilitas rupiah adalah kunci untuk mencegah perubahan pola hidup masyarakat secara permanen di tahun 2026.
Tanpa intervensi fiskal dari Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter yang presisi dari Bank Indonesia, konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama PDB terancam lumpuh, yang pada akhirnya akan menghentikan roda ekspansi bisnis nasional.