TKA Mulai Diterapkan di Sekolah, DPR Ingatkan Hasil Tes Tak Boleh Jadi Penentu Kelulusan

news.fin.co.id - 12/04/2026, 17:34 WIB

TKA Mulai Diterapkan di Sekolah, DPR Ingatkan Hasil Tes Tak Boleh Jadi Penentu Kelulusan

Tes Kemampuan Akademik (ist)

“Pendidikan tidak bisa memaksakan anak-anak untuk jago matematika semua atau jago menggambar semua. Minat dan bakat dasar anak perlu diketahui melalui tes IQ dan EQ,” ungkapnya.

Dengan adanya pemetaan kemampuan sejak awal, guru dapat merancang metode pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan karakter setiap siswa.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan tidak menekan siswa dengan standar yang sama.

Dalam pelaksanaan TKA, Esti juga menyoroti persoalan kesenjangan fasilitas pendidikan di berbagai daerah.

Advertisement

Ia menilai kondisi sarana dan prasarana di setiap wilayah Indonesia sangat berbeda. Keterbatasan fasilitas seperti komputer, listrik, hingga jaringan internet dapat memengaruhi psikologis siswa saat mengikuti tes.

Di beberapa daerah, siswa bahkan harus mengikuti tes di sekolah lain karena fasilitas yang tersedia tidak memadai.

“Seperti kurangnya akomodasi komputernya, listrik dan internet di beberapa sekolah yang membuat siswa harus bergabung di sekolah yang lain. Ini mempengaruhi psikologis anak didik dan pasti berpengaruh pada hasil,” jelas Esti.

Karena itu, ia menegaskan bahwa hasil TKA tidak boleh digunakan sebagai dasar kebijakan yang berlaku secara seragam di seluruh wilayah Indonesia.

Esti menilai bahwa hasil TKA seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk memperbaiki berbagai aspek pendidikan.

Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Sistem pembelajaran di sekolah

  • Kualitas dan distribusi tenaga pengajar

  • Ketersediaan fasilitas pendidikan seperti perpustakaan

  • Akses transportasi menuju sekolah

  • Program bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP)

  • Besaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP)

Menurutnya, data dari TKA dapat menjadi alat untuk memahami kebutuhan pendidikan di setiap daerah secara lebih spesifik.

Dengan pendekatan tersebut, kebijakan pendidikan dapat dirancang lebih tepat sasaran sesuai kondisi wilayah.

Dalam kesempatan yang sama, Esti juga meminta pemerintah menjelaskan secara transparan posisi TKA dalam sistem pendidikan nasional.

Ia mempertanyakan apakah TKA hanya akan digunakan sebagai alat diagnosis pembelajaran atau justru nantinya menjadi dasar seleksi pendidikan ke jenjang berikutnya.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID