“Apakah TKA murni sebagai alat diagnosis pembelajaran, atau mulai diarahkan menjadi basis pertimbangan seleksi pada jenjang berikutnya?” ujarnya.
Kejelasan ini dinilai penting agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan siswa, orang tua, maupun pihak sekolah.
Esti menegaskan bahwa tujuan utama dari sistem evaluasi pendidikan adalah meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan dasar tidak diukur dari banyaknya instrumen evaluasi yang digunakan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan oleh siswa.
“Dalam sistem evaluasi modern, nilai utama sebuah asesmen terletak pada kemampuan negara mengubah data menjadi kebijakan pembelajaran yang lebih presisi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi harus mampu memperbaiki pengalaman belajar siswa secara nyata di ruang kelas.
“Pada pendidikan dasar, ukuran keberhasilan bukan banyaknya instrumen evaluasi, tetapi sejauh mana hasil evaluasi mampu memperbaiki pengalaman belajar anak secara nyata,” tutup Esti. (*)