Nasional . 13/04/2026, 16:11 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Sebagian besar kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi publik pemerintah dalam menyampaikan isu gizi kepada masyarakat.
Beberapa kegiatan yang melibatkan EO antara lain:
Kampanye publik terkait gizi nasional
Sosialisasi program makan bergizi gratis
Bimbingan teknis (bimtek) bagi penjamah makanan
Pelatihan manajemen risiko program gizi
Kegiatan edukasi masyarakat
Menurut BGN, kualitas penyelenggaraan kegiatan menjadi faktor penting agar pesan pemerintah dapat tersampaikan secara efektif.
“Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan memastikan pesan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas,” ujar Dadan.
Selain mengatur kegiatan teknis, event organizer juga memberikan masukan strategis terkait komunikasi publik.
Hal tersebut mencakup:
Strategi penyampaian pesan kepada masyarakat
Pengelolaan audiens kegiatan
Konsep acara yang menarik dan informatif
Optimalisasi penggunaan anggaran
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap program gizi nasional dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Polemik mengenai anggaran EO ini mencuat setelah beredar daftar perusahaan penyedia jasa yang bekerja sama dengan BGN.
Dalam daftar tersebut terdapat 16 perusahaan yang mengerjakan 16 paket pekerjaan dengan total nilai kontrak mencapai Rp113.916.541.381.
Beberapa perusahaan yang paling banyak disorot antara lain:
PT Maria Utara Jaya dengan nilai kontrak sekitar Rp18,47 miliar
PT Anugrah Duta Promosindo dengan total sekitar Rp17,42 miliar untuk empat paket pekerjaan
PT Falah Eka Cahya dengan nilai kontrak sekitar Rp16,59 miliar
Besarnya nilai kontrak ini menjadi perbincangan publik, terutama di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media