Sebut Cuma Buang Waktu, Iran Pastikan Absen dari Perundingan di Pakistan Rabu Ini

news.fin.co.id - 22/04/2026, 09:09 WIB

Sebut Cuma Buang Waktu, Iran Pastikan Absen dari Perundingan di Pakistan Rabu Ini

Iran menolak hadir dalam perundingan di Islamabad, Pakistan pada Rabu 22 April 2026. Teheran sebut perundingan dengan AS hanya buang waktu.Foto:TNA

fin.co.id – Ketegangan diplomatik antara Teheran dan Washington kembali memasuki fase buntu. Pemerintah Iran secara resmi memutuskan untuk tidak menghadiri putaran negosiasi yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Rabu 22 April 2026. Keputusan Iran ini sebagai jawaban tegas atas apa yang mereka sebut sebagai "pertunjukan Amerika" yang tidak produktif.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa tim negosiator Iran telah menyampaikan pembatalan ini kepada pihak Amerika Serikat melalui mediator Pakistan. Teheran menilai saat ini tidak ada prospek yang berarti untuk melanjutkan pembicaraan di tengah inkonsistensi sikap Washington.

Pelanggaran Komitmen dan Tuntutan Berlebihan

Keputusan Iran untuk absen bukan tanpa alasan kuat. Awalnya, Iran menerima tawaran gencatan senjata dan negosiasi berdasarkan kerangka 10 poin yang mereka ajukan, yang sebelumnya diklaim telah disetujui oleh pihak Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan.

Advertisement

Namun, Teheran menuding Washington segera melanggar komitmen tersebut sesaat setelah kesepakatan dibuat. Salah satu poin krusial adalah kegagalan AS untuk menekan Israel agar melakukan gencatan senjata di Lebanon, yang sempat menghambat proses dialog selama berhari-hari.

Selain itu, pada putaran pertama di Islamabad, pihak AS dianggap mengajukan tuntutan berlebihan yang menyimpang dari kerangka kerja awal.

"Amerika Serikat mengira mereka bisa menutupi kegagalan di medan perang dengan mengajukan tuntutan yang melampaui batas dalam negosiasi," ungkap sebuah sumber internal pemerintah.

Kontradiksi Blokade dan Selat Hormuz

Ketegangan semakin meruncing pasca ancaman rudal Iran terhadap Israel yang sempat memaksa terjadinya gencatan senjata di Lebanon. Merespons perkembangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sebenarnya telah menyatakan kesiapan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial sesuai kesepakatan awal.

Sayangnya, niat baik tersebut justru dibalas dengan tindakan bermusuhan oleh Amerika Serikat yang tetap mempertahankan blokade laut terhadap Iran. Sikap AS yang enggan mencabut blokade dan tidak menarik tuntutan yang dinilai merugikan hak rakyat Iran membuat proses pertukaran pesan dalam beberapa hari terakhir tidak membuahkan kemajuan sedikit pun.

"Iran Tidak Akan Bergabung dalam Pertunjukan AS"

Pemerintah Iran akhirnya mengambil sikap keras dengan menyatakan bahwa menghadiri pertemuan di Pakistan dalam kondisi saat ini hanyalah membuang-buang waktu. Teheran memandang Washington sedang menghalangi terciptanya kesepakatan yang adil.

"Iran tidak akan bergabung dalam pertunjukan Amerika Serikat," tegas otoritas di Teheran saat menyampaikan keputusan tersebut melalui mediator Pakistan.

Advertisement

Keputusan untuk tidak hadir pada hari Rabu ini disebut sebagai upaya untuk melindungi kedaulatan dan hak-hak rakyat Iran secara utuh. Dengan absennya salah satu pihak utama, masa depan mediasi yang diupayakan Pakistan kini berada di ujung tanduk, sementara stabilitas di kawasan tetap tertahan dalam ketidakpastian.

"Setiap rupiah yang disalahgunakan bukan hanya angka yang hilang, tapi kesempatan yang dirampas dari rakyat," kutipan ini mencerminkan betapa besarnya dampak ekonomi yang harus ditanggung masyarakat dunia akibat alotnya diplomasi yang terhambat kepentingan sepihak.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID