Namun, dari data Refinitiv, rupiah mencatatkan diri sebagai mata uang dengan performa paling buruk di Asia hari ini dengan terkoreksi hingga 0,82%.
Berikut pelemahan mata uang Asia terhadap Dolar AS (per 09.40 WIB):
• Rupiah Indonesia: Turun 0,82% ke Rp 17.310
• Peso Filipina: Turun 0,62% ke PHP 60,46
• Baht Thailand: Turun 0,43% ke THB 32,36
• Ringgit Malaysia: Turun 0,25% ke MYR 3,96
• Won Korea Selatan: Turun 0,21% ke KRW 1.481,5
Hanya Dong Vietnam (+0,08%) dan Yen Jepang (+0,01%) yang mampu menunjukkan perlawanan tipis terhadap kedigdayaan mata uang Paman Sam pada perdagangan pagi ini.
Nasib Dolar AS di Pasar Global
Menariknya, meski perkasa di Asia, kekuatan Dolar AS di hadapan mata uang utama dunia lainnya justru tampak bervariasi.
Greenback terpantau melemah terhadap Euro (EUR) sebesar 0,07%, Poundsterling (GBP) 0,13%, dan Dolar Australia (AUD) yang menguat 0,24%.
Hal ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen domestik dan pelarian modal dari pasar berkembang (emerging markets).
Ketegangan geopolitik yang berlanjut menjadi faktor risiko utama yang diwaspadai oleh para pelaku pasar.
Selama stabilitas di Timur Tengah belum menunjukkan titik terang, tekanan terhadap aset berisiko seperti rupiah diperkirakan masih akan sangat tinggi dalam beberapa pekan ke depan.