Dolar Amerika Serikat
Rupiah Kian Tertekan, Dolar Amerika Serikat Tembus Level Rp 17.134 Pagi Ini
Nilai tukar Rupiah tersungkur ke level Rp 17.100 per Dolar AS pada Selasa pagi. Simak rincian pergerakan mata uang Paman Sam terhadap mata uang global lainnya.
Rupiah Melemah ke Rp17.105 per Dolar AS, Airlangga Bilang Begini...
Rupiah Melemah ke Rp17.105 per Dolar AS, Airlangga Bilang Begini...
Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, BI Soroti Dampak Konflik Global
Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, BI Soroti Dampak Konflik Global
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.390 per Dolar AS, Naik 34 Poin di Awal Perdagangan
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.390 per Dolar AS, Naik 34 Poin di Awal Perdagangan
Ini Penyebab Rupiah Jebol ke Rp17.500 per Dolar AS, BI Ungkap Faktor Global hingga Musiman
Ini Penyebab Rupiah Jebol ke Rp17.500 per Dolar AS, BI Ungkap Faktor Global hingga Musiman
Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun, Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Makin Besar
Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun, Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Makin Besar
Rupiah Melemah ke Rp17.630 per Dolar AS, Dua Faktor Ini Jadi Pemicu Utama
Rupiah Melemah ke Rp17.630 per Dolar AS, Dua Faktor Ini Jadi Pemicu Utama
BI Yakin Rupiah Kembali Stabil, Pemerintah Jaga Kepercayaan Pasar
BI Yakin Rupiah Kembali Stabil, Pemerintah Jaga Kepercayaan Pasar
Pemerintah Siap Dana Triliunan di Pasar Obligasi untuk Jaga Rupiah Tetap Stabil
Pemerintah Siap Dana Triliunan di Pasar Obligasi untuk Jaga Rupiah Tetap Stabil
Primus Minta Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Akibat Rupiah Terus Terpuruk
Primus Minta Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Akibat Rupiah Terus Terpuruk
Rupiah Kembali Melemah, Sentuh Rp17.743 per Dolar AS pada Perdagangan Rabu Pagi
Rupiah Kembali Melemah, Sentuh Rp17.743 per Dolar AS pada Perdagangan Rabu Pagi
Rupiah Pagi Ini Melemah Tipis ke Rp17.655, IHSG Justru Dibuka Menguat
Rupiah Pagi Ini Melemah Tipis ke Rp17.655, IHSG Justru Dibuka Menguat
Rupiah Nyaris Rp18 Ribu per Dolar AS, BI Akui Tekanan Global Masih Menghantam
Rupiah Nyaris Rp18 Ribu per Dolar AS, BI Akui Tekanan Global Masih Menghantam
