fin.co.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa TikTok menjadi platform pertama yang menunjukkan langkah konkret dalam upaya perlindungan anak di ruang digital.
“Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa TikTok menjadi platform pertama yang tidak hanya memberikan komitmen, tetapi juga secara riil menunjukkan angka-angka akun yang sudah dinonaktifkan,” kata Meutya di kantornya, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, sebelumnya pada 10 April TikTok melaporkan telah menonaktifkan sekitar 780 ribu akun. Namun, jumlah tersebut kini meningkat signifikan menjadi sekitar 1,7 juta akun anak yang dinonaktifkan sejak 28 Maret.
"Per hari ini yang telah dinonaktifkan akun di bawah 16 tahun adalah 1,7 juta akun anak dari platform TikTok dari tanggal 28 Maret," ungkapnya.
Menurut Meutya, langkah ini menunjukkan bahwa komitmen platform digital harus disertai tindakan nyata serta transparansi kepada publik, termasuk melalui pemerintah.
Selain isu perlindungan anak, pemerintah bersama TikTok juga membahas penanganan berbagai kejahatan digital lain, termasuk praktik judi online yang masih marak terjadi di berbagai platform.
“Tidak hanya soal akun anak, tetapi juga bagaimana kejahatan digital seperti judi online bisa terus ditingkatkan penanganannya,” katanya.
Ia menambahkan, TikTok telah menyampaikan rencana aksi kepatuhan yang lebih rinci ke depan, termasuk penguatan pengawasan terhadap aktivitas pengguna.
Meski demikian, Meutya mengakui dalam proses penertiban tersebut terdapat potensi gangguan, seperti akun pengguna dewasa yang ikut terdampak pemblokiran. Oleh karena itu, ia mengimbau agar pengguna segera melaporkan jika mengalami hal tersebut.
“Kalau ada akun orang dewasa yang tidak sengaja ternonaktifkan, segera laporkan untuk dipulihkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi TikTok, tetapi juga seluruh platform digital yang beroperasi di Indonesia. Pemerintah mendorong agar setiap platform tidak sekadar menyampaikan komitmen, melainkan juga menunjukkan langkah nyata serta melaporkannya secara terbuka kepada publik.
“Kami menghimbau semua platform untuk tidak berhenti pada komitmen, tetapi juga menunjukkan langkah nyata dan melaporkannya kepada publik,” pungkasnya