Perwira Israel Soroti Ancaman Uranium Iran, Sebut Operasi Militer Bisa Gagal Tanpa Solusi Nuklir

news.fin.co.id - 03/05/2026, 14:13 WIB

Perwira Israel Soroti Ancaman Uranium Iran, Sebut Operasi Militer Bisa Gagal Tanpa Solusi Nuklir

Tentara Israel

fin.co.id - Seorang perwira senior militer Israel menyampaikan kekhawatirannya terhadap keberadaan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya tinggi milik Iran. Ia menilai, operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel berpotensi dianggap gagal jika stok uranium tersebut tidak berhasil dikeluarkan dari negara itu.

Sebelumnya, pejabat Israel menyebutkan bahwa jumlah uranium tersebut cukup untuk memproduksi hingga 11 bom nuklir apabila diproses lebih lanjut. Sementara itu, Iran terus menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai, meski tingkat pengayaan uranium sudah mendekati level senjata.

Dalam keterangannya kepada wartawan, perwira yang tidak disebutkan identitasnya itu menilai bahwa tanpa kesepakatan dalam jalur diplomatik antara AS dan Iran untuk menghentikan pengayaan serta mengeluarkan stok uranium, hasil operasi militer selama puluhan hari akan sia-sia.

“Jika tujuan nuklir tidak tercapai, maka semua yang telah kita lakukan di Iran akan menjadi kegagalan besar. Rezim Iran yang jahat dapat memanfaatkan program nuklir,” kata perwira tersebut, seperti dikutip dari The Times of Israel, Minggu, 3 Mei 2026.

"Jika uranium dikeluarkan dari Iran melalui jalur diplomatik, kita telah melakukan bagian kita," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika upaya diplomasi tidak membuahkan hasil, maka Israel kemungkinan perlu melanjutkan operasi militer tambahan untuk mencapai target tersebut.

Di sisi lain, Kepala Staf militer Israel atau Israel Defense Forces, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyatakan bahwa target operasi militer yang ditetapkan oleh otoritas politik di Iran dan Lebanon telah tercapai, bahkan melampaui ekspektasi.

“Dengan demikian, kita telah menciptakan kondisi operasional untuk proses yang sekarang dipimpin oleh eselon politik,” katanya saat kunjungan ke Lebanon selatan.

Selain isu nuklir, militer Israel juga menghadapi ancaman baru berupa drone berpemandu kabel serat optik (FPV) yang digunakan oleh Hizbullah dalam sejumlah serangan di wilayah Lebanon selatan dan Israel utara.

Pejabat militer menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan sistem untuk menghadapi ancaman tersebut, meski mengakui belum ada solusi cepat dan sempurna.

“Tidak ada solusi ajaib. Tetapi kami optimistis bahwa kami akan menemukan solusi untuk drone,” katanya.

Sebagai langkah sementara, Angkatan Udara Israel telah mengerahkan radar bergerak serta melakukan intersepsi, termasuk menggunakan sistem pertahanan udara Iron Dome yang dilaporkan telah menembak jatuh puluhan drone.

Israel juga mulai menguji penggunaan sistem laser Iron Beam, meskipun hingga kini teknologi tersebut masih terbatas penggunaannya dan belum sepenuhnya operasional.

Meski demikian, upaya penanganan ancaman dinilai masih terkendala oleh situasi gencatan senjata, yang membatasi ruang gerak militer untuk melakukan serangan lebih luas terhadap sumber ancaman di wilayah Lebanon.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID