Nasional . 05/05/2026, 15:47 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Kasus meninggalnya Mandala Rizky Saputra, seorang pelajar SMK di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mendadak jadi buah bibir nasional.
Ini setelah narasi "maut karena sepatu sempit" viral di berbagai platform media sosial.
Namun, investigasi terbaru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim mengungkap tabir yang lebih kompleks di balik musibah ini.
Berdasarkan data per Mei 2026, pihak otoritas menegaskan bahwa penurunan kondisi kesehatan Mandala terjadi secara sistemik dan bertahap.
Bukan dipicu secara instan oleh faktor tunggal: sepatu kesempitan. Tim medis dan sekolah mencatat adanya komplikasi gejala yang muncul sejak periode pasca-praktik kerja lapangan (PKL).
“Ada penurunan kondisi fisik yang terjadi secara bertahap, bukan hanya satu faktor. Kami meminta masyarakat melihat informasi ini secara utuh agar tidak muncul spekulasi yang menyesatkan,” tegas Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin.
Rangkaian peristiwa tragis ini bermula saat Mandala menyelesaikan program magangnya di sebuah pusat perbelanjaan ternama di Samarinda.
Merespons memburuknya kondisi sang siswa, pihak sekolah tidak tinggal diam. Pada 21 April 2026, tim pengajar mengunjungi kediaman Mandala dan mendapati kedua kaki sang siswa membengkak hebat.
Meski bengkak, dilaporkan tidak ditemukan luka lecet atau luka terbuka yang biasanya muncul akibat gesekan sepatu sempit.
Sempat muncul dugaan dari pihak keluarga bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan non-medis.
Namun, sekolah tetap memfasilitasi pengurusan BPJS dan menyarankan pemeriksaan ke rumah sakit.
Pada 23 April 2026, kondisi Mandala sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan; bengkak pada kakinya mulai mengempis dan tampak lebih stabil.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media