Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, BI Soroti Dampak Konflik Global

news.fin.co.id - 05/05/2026, 16:33 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, BI Soroti Dampak Konflik Global

Ilustrasi - Bank Indonesia berpeluang tahan tingkat suku bunga acuan

fin.co.id - Bank Indonesia (BI) kembali memberikan penjelasan setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menyentuh Rp17.405 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang domestik juga sempat bergerak melemah di kisaran Rp17.293 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, mengungkapkan bahwa dinamika konflik di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah.

Meski demikian, ia menilai pelemahan tersebut masih berada dalam pola yang sama dengan mata uang negara berkembang lainnya.

"Pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya. Philippine Peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand Baht melemah 5,04 persen, India Rupee melemah 4,32 persen, demikian pula dengan Chile Peso (-4,24 persen)," jelas Hutapea kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026 

Advertisement

Lebih lanjut, Erwin menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai langkah intervensi di pasar valuta asing. Upaya tersebut mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di dalam negeri, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global," tegas Erwin.

"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," tambahnya.

Tekanan terhadap rupiah sendiri bukan pertama kali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal April 2026, nilai tukar rupiah juga sempat mengalami pelemahan signifikan. Saat itu, rupiah ditutup turun sekitar 70 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp17.105 per dolar AS.

Sebelumnya lagi, pada akhir Februari 2026, BI mencatat rupiah dibuka di level Rp16.750 per dolar AS, dengan imbal hasil Surat Berharga Negara tenor 10 tahun berada di kisaran 6,40 persen.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID