Terbongkar! 90 Persen Kasus Kecurangan SNPMB 2026 Ternyata Incar Prodi Bergengsi Ini

news.fin.co.id - 10/05/2026, 18:16 WIB

Terbongkar! 90 Persen Kasus Kecurangan SNPMB 2026 Ternyata Incar Prodi Bergengsi Ini

Ilustrasi SNBT 2026 resmi dimulai dari pendaftaran hingga pengumuman hasil.Foto:AI

Tak hanya itu, pelaku joki yang masih berstatus mahasiswa aktif juga terancam menerima sanksi berat hingga dikeluarkan dari kampus.

“Peserta itu akan kami blacklist. Kemudian bagi pelaku joki yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif itu bisa saja dikeluarkan dari kampus,” tegasnya.

Pihak panitia mengaku sebenarnya telah memperketat sistem pengawasan sejak tahun sebelumnya. Berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk mendeteksi pola kecurangan, termasuk pemantauan identitas peserta dan analisis aktivitas ujian.

Polisi Bongkar Komplotan Joki UTBK

Advertisement

Kasus ini semakin menghebohkan setelah Polrestabes Surabaya berhasil membongkar jaringan joki UTBK berskala besar.

Sebanyak 14 tersangka telah ditetapkan dalam kasus tersebut. Yang mengejutkan, para pelaku berasal dari kalangan berpendidikan tinggi, mulai dari mahasiswa berprestasi, dokter, hingga aparatur sipil negara (ASN).

Polisi mengungkap bahwa jaringan ini telah menerima sekitar 150 klien yang ingin lolos masuk perguruan tinggi negeri melalui cara curang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 peserta disebut telah berhasil diterima di PTN.

Kasus ini kini masih terus didalami aparat kepolisian untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lebih besar yang terlibat dalam praktik joki UTBK.

Maraknya praktik joki juga memunculkan perdebatan mengenai tekanan besar yang dihadapi calon mahasiswa dalam persaingan masuk perguruan tinggi negeri, khususnya jurusan favorit seperti kedokteran.

Setiap tahun, daya tampung fakultas kedokteran memang jauh lebih kecil dibanding jumlah peminat. Akibatnya, tingkat persaingan menjadi sangat ketat.

Meski begitu, berbagai pihak menegaskan bahwa praktik curang tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apa pun karena merusak integritas pendidikan nasional.

Pengamat pendidikan menilai kasus ini harus menjadi momentum evaluasi sistem seleksi sekaligus penguatan pendidikan karakter bagi calon mahasiswa.

Panitia SNPMB memastikan pengawasan UTBK ke depan akan semakin diperketat untuk mencegah kasus serupa terulang.

Teknologi pemantauan berbasis digital, verifikasi biometrik, hingga pelacakan pola jawaban disebut akan terus dikembangkan.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID