Meski rupiah masih mengalami tekanan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara umum dinilai tetap cukup solid.
Pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, surplus perdagangan, konsumsi domestik yang kuat, serta investasi yang tetap tumbuh menjadi indikator bahwa ekonomi nasional masih berada di jalur positif.
Ke depan, penguatan rupiah diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi kebijakan moneter, fiskal, serta kondisi ekonomi global.
Dengan sinergi kebijakan yang tepat, rupiah diyakini mampu kembali stabil seiring membaiknya sentimen pasar internasional. (*)