Hubungan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Dikabarkan Memburuk, Apa Penyebabnya?

news.fin.co.id - 11/05/2026, 20:26 WIB

Hubungan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Dikabarkan Memburuk, Apa Penyebabnya?

Jenderal Iran Sebut Netanyahu TARGET UTAMA, Donald Trump GILIRAN Berikutnya

fin.co.id - Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mulai mengalami keretakan serius di tengah memanasnya konflik dengan Iran.

Laporan media Inggris The Guardian menyebut hubungan keduanya memburuk setelah perang Iran yang pecah pada awal 2026 justru membawa dampak besar bagi Amerika Serikat.

Informasi tersebut diungkap mantan diplomat Israel, Alon Pinkas, yang menyebut Netanyahu menjadi sosok yang mendorong Trump agar mengambil langkah militer terhadap Iran pada Februari lalu.

Advertisement

Menurut Pinkas, Netanyahu meyakinkan Trump bahwa Iran tidak akan mampu memberikan perlawanan besar jika Amerika Serikat melakukan serangan militer. Namun situasi di lapangan ternyata jauh berbeda dari perkiraan awal.

Iran Disebut Berhasil Membuat Amerika Serikat Kewalahan

Alih-alih melemah, Iran justru disebut mampu memberikan tekanan besar terhadap kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Iran dilaporkan meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas dan pangkalan militer AS di wilayah Saudi Arabia, United Arab Emirates, hingga Kuwait.

Tidak hanya itu, sejumlah kantor kedutaan besar dan konsulat Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah juga dikabarkan menjadi sasaran serangan.

Serangan terhadap fasilitas diplomatik AS di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab disebut terjadi pada 3 Maret 2026. Sementara serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Iraq dilaporkan berlangsung pada 7 Maret.

Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap pemerintahan Trump meningkat tajam, terutama karena konflik dinilai mulai mengganggu stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Penutupan Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Melonjak

Salah satu faktor yang membuat situasi semakin rumit adalah langkah Iran menutup Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026.

Advertisement

Penutupan jalur pelayaran vital dunia itu dilakukan sebagai respons atas serangan AS dan Israel ke Teheran yang disebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Blokade Selat Hormuz berdampak besar terhadap distribusi minyak dunia karena kawasan tersebut menjadi jalur utama perdagangan energi internasional.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID