Megapolitan . 14/05/2026, 13:53 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menjajaki peluang kerja sama dengan stadion legendaris San Siro di Milan, Italia. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pengelolaan Jakarta International Stadium (JIS), mulai dari manajemen stadion, penyelenggaraan acara, hingga pengembangan wisata olahraga.
Wakil Gubernur (DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut Jakarta perlu mencontoh konsep pengelolaan San Siro Stadium yang selama ini tak hanya digunakan untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga berkembang menjadi pusat hiburan, ekonomi kreatif, serta destinasi sport tourism.
"Kita belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” ujar Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.
Stadion ikonik yang menjadi markas klub raksasa Italia itu telah berdiri sejak 1925 dan kini mampu menampung sekitar 75 ribu penonton. Menurut Rano, pengalaman panjang San Siro menjadi referensi penting bagi Jakarta, terutama karena JIS diproyeksikan sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung status Jakarta sebagai kota global.
Ia berharap JIS dapat memperluas koneksi internasional, khususnya dalam pengelolaan stadion modern, penyelenggaraan event, promosi wisata olahraga, hingga pengembangan pengalaman pengunjung.
Untuk itu, Rano meminta PT Jakarta Propertindo sebagai pengelola JIS agar melanjutkan komunikasi dan proses transfer pengetahuan dengan pihak San Siro.
Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup tata kelola stadion, pengelolaan event berskala besar, optimalisasi kegiatan nonpertandingan, hingga peningkatan pengalaman pengunjung agar stadion tetap aktif sepanjang tahun.
Dalam kunjungannya ke Milan, Rano bersama delegasi Pemprov DKI bertemu dengan General Manager San Siro Stadium, Fabrizio Caruso, serta Business Development San Siro Stadium, Michele Finucci, Selasa, 12 Mei 2026.
Pertemuan itu juga membahas peluang kerja sama dalam pengelolaan stadion internasional, pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, hingga strategi membangun keterlibatan suporter dalam menjaga fasilitas stadion.
Michele Finucci menyampaikan San Siro terbuka untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta.
Menurut dia, stadion modern harus dikelola tidak hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai ruang pengalaman publik yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan emosional.
Penjajakan kerja sama tersebut turut berkaitan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Rano menilai agenda tersebut menjadi bukti bahwa Jakarta memiliki daya tarik besar sebagai pasar sepak bola internasional sekaligus kota penyelenggara ajang olahraga dunia.
"Tugas kita memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” kata dia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media