Nasional . 15/05/2026, 22:52 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Petugas gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengevakuasi seorang pendaki bernama Endang Subarna (48) asal Jawa Barat yang dilaporkan meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan mengatakan petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan terkait insiden tersebut.
"Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban," kata Budy Kurniawan di Mataram, Jumat, 15 Mei 2026.
Peristiwa itu bermula ketika korban melakukan pendakian bersama rombongan melalui pintu pendakian jalur Sembalun pada Kamis (14/5) pagi. Dalam perjalanan tersebut, rombongan didampingi porter dan tour organizer.
Saat tiba di Pos 4, rombongan memutuskan beristirahat karena hujan turun cukup deras. Dua orang guide mendampingi para pendaki untuk berteduh sambil menunggu cuaca membaik.
Sekitar pukul 16.00 Wita, hujan mulai reda dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun.
"Namun sekitar 15 menit jalan kaki korban membuka jas hujan nya dan melanjutkan jalan kaki beberapa langkah korban menunduk, terjatuh pingsan di jalur pendakian," katanya.
Guide yang mendampingi korban langsung memberikan penanganan awal dengan memanggil nama korban untuk menyadarkannya. Namun, korban tidak memberikan respons.
Di lokasi yang sama, kebetulan terdapat seorang dokter yang juga sedang melakukan pendakian. Dokter tersebut kemudian ikut membantu proses pertolongan darurat terhadap korban.
"Kebetulan di jalur tersebut ada seorang dokter yang melakukan pendakian, kemudian atas arahan dokter tersebut di berikan pertolongan terhadap korban namun korban masih belum sadar," ujar Budy.
Setelah menerima informasi mengenai kondisi korban di Pos 4 jalur pendakian Sembalun, petugas TNGR segera berkoordinasi dengan tim evakuasi Emergency Medical Hiking Club (EMHC).
Tim EMHC kemudian menghubungi guide yang berada bersama korban untuk melakukan assessment kondisi di lapangan. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami gagal napas.
Petugas lalu melakukan tindakan RJP atau resusitasi jantung paru dengan arahan tim medis dari EMHC guna menyelamatkan korban.
Meski proses evakuasi berjalan cepat dan petugas terus berupaya memberikan penanganan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media