Iran Desak AS Angkat Kaki dari Timur Tengah dan Bayar Ganti Rugi Perang!

news.fin.co.id - 19/05/2026, 17:41 WIB

Iran Desak AS Angkat Kaki dari Timur Tengah dan Bayar Ganti Rugi Perang!

Menlu Iran sebut negosiasi temui jalan buntu, sementara Trump optimistis kesepakatan sudah dekat.

fin.co.id - Awan mendung yang menyelimuti kawasan Timur Tengah perlahan mulai memperlihatkan titik terang. Pemerintah Iran baru saja menyodorkan proposal perdamaian terbaru kepada Amerika Serikat (AS).

Dalam draf tersebut, Teheran mengajukan sejumlah syarat berat, mulai dari penghentian permusuhan di semua front termasuk Lebanon, penarikan militer AS dari wilayah dekat Iran, hingga tuntutan ganti rugi atas segala kerusakan akibat perang AS-Israel.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memaparkan bahwa negaranya juga mendesak pencabutan sanksi ekonomi secara menyeluruh. Lewat laporan kantor berita IRNA, Gharibabadi menegaskan bahwa Teheran menuntut pencairan dana mereka yang membeku di luar negeri serta pengakhiran blokade maritim oleh armada AS.

Meskipun syarat-syarat ini mirip dengan tawaran terdahulu yang sempat Presiden AS Donald Trump sebut sebagai "sampah", situasi kini tampaknya mulai bergeser.

Advertisement

Donald Trump Tunda Serangan Militer ke Iran

Ketegangan sempat memuncak ketika muncul rumor mengenai rencana memulai kembali perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu. Namun, Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia memilih untuk menunda rencana serangan udara ke Iran setelah menerima dokumen usulan perdamaian yang baru ini.

"Tampaknya ada peluang yang sangat baik bahwa mereka dapat menyelesaikan sesuatu. Jika kita dapat melakukan itu tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang," ujar Trump kepada awak media.

Trump mengaku bahwa keputusan menunda agresi ini juga mengalir setelah adanya desakan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Para pemimpin Teluk tersebut meyakini bahwa kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak di Timur Tengah kini berada dalam jangkauan. Bagi Washington, target utama mereka tetap sama, yakni memastikan Teheran tidak memproduksi senjata nuklir.

Isyarat Fleksibilitas dan Negosiasi di Balik Layar

Jalur diplomasi ini bergerak dinamis melalui perantara Pemerintah Pakistan. Sumber diplomatik dari Islamabad yang memfasilitasi komunikasi kedua negara membenarkan bahwa mereka telah meneruskan proposal Teheran ke Washington. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kedua belah pihak masih terus mengubah target negosiasi dalam waktu yang kian mendesak.

Di tengah kebuntuan, sinyal-sinyal pelunakan sikap mulai muncul ke permukaan:

  • Pencairan Aset: Seorang pejabat senior Iran membocorkan bahwa AS bersedia mencairkan seperempat dari total dana Iran yang membeku di bank asing, walaupun Teheran tetap bersikeras meminta pengembalian seluruh asetnya.
  • Aktivitas Nuklir: Washington kabarnya menunjukkan kelonggaran dengan mengizinkan Iran menjalankan sebagian aktivitas nuklir damai di bawah pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

    Namun, pihak AS sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai poin-poin konsesi tersebut. Seorang pejabat AS bahkan membantah klaim media lokal Iran yang menyebutkan bahwa Washington setuju menghapus sanksi ekspor minyak selama proses perundingan berjalan.

Dampak Perang yang Menghancurkan

Advertisement

Skenario damai ini menjadi sangat krusial mengingat skala kehancuran yang telah terjadi. Sebelum gencatan senjata pada awal April lalu, aksi pengeboman oleh pasukan AS-Israel telah merenggut ribuan nyawa warga sipil di Iran.

Di front lain, invasi Israel ke Lebanon guna memburu milisi Hizbullah juga menewaskan ribuan orang dan memaksa ratusan ribu warga kehilangan tempat tinggal. Sebaliknya, serangan balasan Iran ke Israel dan negara Teluk turut menewaskan puluhan jiwa.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID