Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, awalnya mengobarkan perang ini dengan ambisi besar:
- Memutus sokongan Iran terhadap milisi regional.
- Membongkar total program nuklir dan kemampuan rudal Teheran.
- Memicu gerakan rakyat untuk menggulingkan pemerintahan ulama Iran.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Perang brutal tersebut terbukti belum mampu melucuti persediaan uranium berkadar tinggi milik Iran, ataupun menghancurkan armada drone dan rudalnya. Di sisi domestik, kepemimpinan ulama Republik Islam Iran justru tetap kokoh berdiri dan mampu menahan gempuran kekuatan adidaya tanpa ada gejolak perlawanan internal yang berarti.
Kini, dunia internasional tertuju pada Selat Hormuz. Keberhasilan proposal perdamaian Iran ini akan menjadi kunci utama untuk membuka kembali jalur pasokan minyak global yang sempat lumpuh akibat konflik.