Dasco Sebut Kritik PDIP ke Prabowo Bentuk Ketulusan Demi Demokrasi

news.fin.co.id - 21/05/2026, 10:53 WIB

Dasco Sebut Kritik PDIP ke Prabowo Bentuk Ketulusan Demi Demokrasi

Sufmi Dasco Ahmad minta impor 105 ribu mobil pikap India ditunda! Tunggu Presiden Prabowo kalkulasi kesiapan industri otomotif dalam negeri.

fin.co.id - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai kritik yang disampaikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepada Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk kepedulian yang lahir dari ketulusan demi menjaga demokrasi tetap berjalan sehat.

Menurut Dasco, pernyataan Presiden Prabowo saat menanggapi kritik dari PDIP dalam rapat paripurna DPR RI disampaikan secara jujur dan terbuka. Ia menyebut Prabowo memahami pentingnya kritik sebagai bagian dari mekanisme pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Yang disampaikan Presiden tadi memang keluar dari lubuk hati yang paling dalam,” ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Selain itu, Dasco juga menegaskan bahwa apresiasi Presiden Prabowo kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disampaikan secara tulus sebagai bentuk penghormatan terhadap posisi PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan.

Advertisement

Menurutnya, keberadaan oposisi dalam sistem politik merupakan bagian penting untuk menjaga keseimbangan demokrasi melalui fungsi pengawasan dan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

“Ucapan penghargaan kepada Ibu Megawati dan PDIP itu adalah ungkapan yang tulus. Presiden menghargai peran PDIP dalam menjaga demokrasi dan menghadirkan kritik yang membangun,” katanya.

Dasco menambahkan, Presiden Prabowo memandang demokrasi membutuhkan check and balances agar setiap kebijakan pemerintah tetap mendapat masukan dan pengawasan dari berbagai pihak, termasuk partai politik di luar koalisi pemerintahan.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPR RI, Presiden Prabowo mengaku memahami keputusan PDIP untuk tetap berada di luar pemerintahan. Ia bahkan menyampaikan apresiasi karena sikap tersebut dinilai memberikan kontribusi bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Demokrasi kita perlu check and balances. Saya mengerti PDIP memilih berada di luar pemerintah dan itu bagian penting dalam demokrasi,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Presiden juga sempat berseloroh bahwa kritik keras dari kader PDIP terkadang membuat dirinya merasa “pilu” sebelum tidur. Namun, ia menilai kritik tersebut tetap memiliki nilai positif sebagai pengingat bagi pemerintah agar terus melakukan perbaikan.

Prabowo menegaskan bahwa kritik yang disampaikan secara konstruktif justru dapat membantu pemerintah menjalankan roda pemerintahan dengan lebih baik dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID