Trump Klaim Iran Telah Setuju Tidak Mengembangkan Senjata Nuklir, Benarkah?

news.fin.co.id - 31/05/2026, 17:14 WIB

Trump Klaim Iran Telah Setuju Tidak Mengembangkan Senjata Nuklir, Benarkah?

Trump klaim Iran setuju lepas senjata nuklir melalui proposal perdamaian baru yang lebih keras,

  • Penembakan Drone AS: Garda Revolusi Iran melaporkan telah menembak jatuh drone militer AS yang dituding hendak memasuki perairan teritorial Iran untuk operasi permusuhan. Namun, pihak AS sendiri belum mengonfirmasi insiden tersebut menurut laporan penyiar negara IRIB.
  • Pertempuran di Bandar Abbas: Awal pekan ini, bentrokan terburuk pasca-gencatan senjata pecah saat pasukan militer AS melancarkan serangan di pelabuhan Bandar Abbas, yang kemudian mendapat balasan tembakan sengit dari pihak Iran.

Tekanan global kini tertuju pada Trump untuk segera menuntaskan blokade timbal balik di Selat Hormuz yang selama ini mencekik pasokan minyak internasional dan mengancam stabilitas ekonomi dunia akibat lonjakan harga.

Perluasan Invasi Darat Israel dan Keterlibatan Krusial Lebanon

Satu hal yang membuat perundingan ini semakin rumit adalah desakan Teheran agar menyertakan Lebanon dalam setiap kesepakatan damai. Sementara itu, di medan tempur, militer Israel justru terus memperluas jangkauan serangan darat dan udaranya.

Advertisement

Pada Sabtu kemarin, militer Israel kembali mengeluarkan perintah evakuasi untuk wilayah desa yang lebih luas di Lebanon selatan. Langkah ini menyusul pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mengklaim pasukan Israel sudah merangsek maju lebih dari 30 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, langsung bereaksi keras dengan menuduh Israel menjalankan "kebijakan bumi hangus dan hukuman kolektif," serta mendesak adanya "gencatan senjata yang cepat dan nyata."

Melalui pernyataan resmi pada Minggu pagi, militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah memperluas operasi darat berskala besar. "Sejumlah besar" pasukan Israel kini telah bergerak melewati sungai Litani dan menggempur basis Hizbullah—kelompok yang mendapat dukungan penuh dari Iran—di kawasan Beaufort Ridge dan area Wadi al-Saluki.

Ketegangan di Lebanon sendiri bermula sejak awal Maret, ketika Hizbullah meluncurkan serangan roket ke Israel sebagai aksi balas dendam atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran dalam operasi gabungan AS-Israel. Serangan balasan itu memicu invasi darat dan gempuran udara harian oleh Israel.

Meski kedua pihak sempat memulai gencatan senjata pada 17 April dan melakukan dialog langsung sejak April, kesepakatan tersebut tidak pernah berjalan efektif karena kedua belah pihak saling melempar tuduhan pelanggaran. Kini, publik menanti putaran keempat perundingan langsung yang rencananya akan bergulir minggu depan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID