fin.co.id - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan melakukan pengawasan terhadap ribuan hewan kurban yang disembelih selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Total sebanyak 7.075 hewan kurban telah menjalani pemeriksaan kesehatan di berbagai lokasi pemotongan.
"Sebanyak 7.075 hewan kurban yang diperiksa merupakan hasil pengawasan di 265 lokasi pemotongan hewan kurban," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan Irawati Harry Artharini saat dihubungi di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Irawati menjelaskan, jumlah hewan yang diperiksa terdiri atas 2.055 ekor sapi, 10 ekor kerbau, 4.497 ekor kambing, serta 513 ekor domba.
Pengawasan dilakukan melalui dua tahapan pemeriksaan, yakni sebelum penyembelihan (antemortem) dan setelah penyembelihan (postmortem) di Tempat Pemotongan Hewan Kurban (TPnHK).
"Untuk pemeriksaan tersebut, kami mengerahkan 154 petugas gabungan yang terdiri atas dokter hewan, mahasiswa, relawan, serta petugas Sudin dan Dinas KPKP yang tersebar di 10 kecamatan," ujar Irawati.
Dari hasil pemeriksaan pascapenyembelihan, petugas menemukan total 183,36 kilogram organ hewan yang dinilai tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi sehingga harus diafkir.
Bagian yang tidak layak konsumsi tersebut meliputi hati, limpa, paru-paru, dan sejumlah organ lainnya yang menunjukkan kelainan atau indikasi gangguan kesehatan.
"Jeroan yang diafkir, misalnya karena terindikasi cacing hati atau gangguan kesehatan lainnya," tutur Irawati.
Ia menambahkan, seluruh organ yang tidak layak konsumsi langsung dimusnahkan agar tidak sampai beredar di masyarakat maupun dikonsumsi penerima daging kurban.
Proses pemusnahan dilakukan dengan beberapa metode, seperti dikubur atau dicacah terlebih dahulu, kemudian diberi cairan disinfektan untuk memastikan organ tersebut tidak dapat dimanfaatkan kembali.
"Dimusnahkan. Bisa dikubur, bisa dicacah, kemudian disiram bahan kimia, seperti karbol," ungkap Irawati.
Melalui pengawasan yang dilakukan di seluruh lokasi pemotongan hewan kurban, Sudin KPKP Jakarta Selatan berharap keamanan pangan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat mengonsumsi daging kurban dengan aman.
"Mudah-mudahan, upaya yang kami lakukan dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat," imbuh Irawati.