Internasional . 05/06/2026, 18:06 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka peluang besar untuk mengadakan pertemuan langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Niat ini muncul dengan syarat kedua negara yang tengah berkonflik tersebut berhasil mencapai kesepakatan damai.
Pernyataan ini mencuat pada Kamis, 4 Juni 2026 waktu setempat, di tengah upaya Washington dan Teheran mengubah gencatan senjata yang rapuh menjadi kesepakatan yang lebih luas. Konflik besar ini sendiri bermula sejak 28 Februari lalu melalui serangan AS-Israel terhadap Iran.
Saat jurnalis menanyakan kemungkinan dialog empat mata tersebut, Trump menyatakan pandangannya secara terbuka. Ayah sekaligus pendahulu pemimpin Iran saat ini, Ali Khamenei, sendiri tewas di awal perang tersebut.
"Saya tidak ingin bertemu, tetapi jika saya bertemu, saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya," kata Trump.
"Saya ingin melihat apakah kita mencapai kesepakatan, tetapi jika kita mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya," kata Trump.
Rencana Lokasi Pertemuan: Trump mengaku belum bisa memastikan apakah agenda tersebut akan berlangsung di Amerika Serikat atau tidak.
Saran Pihak Lain: "Saya belum banyak mendengar tentang itu. Saya tidak menyarankan itu, tetapi beberapa orang telah menyarankan itu," ujar Trump.
Meski membuka pintu dialog, Donald Trump tetap memasang syarat yang sangat ketat bagi Teheran. Isu kepemilikan senjata pemusnah massal menjadi poin utama yang tidak bisa diperdebatkan oleh Amerika Serikat.
"Sejauh menyangkut Iran, Anda akan mengetahui apa kesepakatannya, tetapi bagian utama dari kesepakatan itu adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegasnya.
Selain itu, Trump juga memberikan peringatan keras terkait keselamatan prajuritnya di Timur Tengah. Ketika jurnalis bertanya apakah ia akan melanjutkan aksi militer jika pihak Iran membunuh pasukan AS di wilayah tersebut, Trump menjawab tanpa ragu.
"Itu akan menjadi alasan yang bagus. Jujur saja, jika mereka membunuh pasukan AS, saya pikir saya akan melakukannya dengan sangat cepat," ucap Trump.
Konflik bersenjata ini membawa dampak besar pada jalur perdagangan dunia, terutama setelah Iran membalas serangan dengan menargetkan Israel dan sekutu AS di Teluk, serta menutup Selat Hormuz. Terkait hal ini, Trump mengklaim bahwa jalur maritim krusial tersebut akan segera berfungsi kembali.
"Selat itu akan segera dibuka, Anda tahu, akan segera dibuka, dan kami sebagian besar telah melakukan penyapuan ranjau," katanya, seraya menambahkan bahwa AS memiliki kemampuan penyapuan ranjau bawah laut yang canggih.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media