Nasional . 09/06/2026, 15:15 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
"Raja bulu ini nantinya diharapkan khusus kepada lapas warung kayak itu menjadi failed project terkait penyuplai buah pisang kepada seluruh UPT Jawa barat paling tidak seluruh kata Jawa Barat," kata Kurnia.
Penanaman pisang raja bulu telah dimulai sejak April 2026. Saat ini jumlah tanaman yang tumbuh bahkan bertambah berkat munculnya tunas baru.
"Penanaman dilakukan di bulan April 2026 sekarang progresnya sudah hampir dua bulan ini tumbuh dari 2.500, menjadi 2.517 pohon. 2.517 pohon nambah karena dia bertunas tunasnya kita tanam," tutur mantan Kalapas Kelas II A Kuningan ini.
Selain pisang dan melon, Lapas Warungkiara juga mengembangkan berbagai varietas anggur seperti Monroef, Dixon, Seleb, Everest, dan beberapa jenis lainnya. Budidaya anggur tersebut merupakan pengalaman yang dibawa Kurnia saat masih bertugas di Lapas Kelas IIA Kuningan.
Ia menilai tanaman anggur memiliki nilai ekonomi yang sangat menjanjikan karena produktivitasnya yang tinggi.
"Kalau nanam anggur itu satu pohon yang kita tanam di grounding maksudnya di tanah langsung itu satu pohon itu bisa menghasilkan 100 dompol," katanya.
Meski sempat mengalami kendala akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sebagian buah pecah saat panen, pengembangan tanaman anggur tetap menjadi salah satu potensi yang akan terus dikembangkan.
Panji menambahkan, pengelolaan lahan secara mandiri mulai dilakukan setelah kerja sama dengan pihak ketiga dihentikan pada awal tahun 2026 karena berbagai kendala operasional, termasuk persoalan ketersediaan air.
"Ketika sudah Januari 2026 saya putus kontrak dan saya koordinasi musyawarah dengan teman-teman di sini baik itu pejabat struktural ataupun staf bahwa kita serempak untuk memberdayakan lahan tidur ini menjadi lahan produktif dan dikelola oleh sendiri oleh lapas warung Kiara tidak pakai mitra," tegasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media