Internasional . 18/06/2026, 20:57 WIB

Heboh KTT G7! Trump Bela Iran Habis-habisan, Rudal Balistik Tak Lagi Dipersoalkan, Israel Murka!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Ringkasan :

  • Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan yang memperbolehkan Iran menyimpan beberapa rudal balistiknya.
  • Sikap ini berlawanan dengan keinginan Israel yang mati-matian ingin Iran melucuti persenjataan rudalnya.
  • Trump beralasan, jika negara lain punya, maka tidak adil jika Iran tidak memilikinya, bahkan ia menyebut rudal bukan ancaman sebesar senjata nuklir.

fin.co.id - Dunia dikejutkan oleh pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai program rudal balistik Iran. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di sela-sela KTT G7 di Prancis, Trump mengemukakan pandangannya yang terbilang kontroversial: Iran sebaiknya diizinkan untuk mempertahankan beberapa rudal balistik mereka.

Pernyataan ini sontak menjadi pukulan telak bagi Israel. Selama bertahun-tahun, Tel Aviv terus mendesak agar program rudal Iran dilucuti sepenuhnya, memandang rudal-rudal tersebut sebagai ancaman eksistensial bagi keamanan mereka.

Trump menjelaskan bahwa dukungannya terhadap nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara pemerintahannya dan Teheran menjadi dasar pernyataannya.

“Jika negara-negara lain memilikinya, rasanya tidak adil jika negara tersebut tidak memilikinya,” ujar Trump dengan nada meyakinkan.

Ia melanjutkan, “Jika Arab Saudi dan Qatar, dan mereka semua memilikinya, saya akan mengatakan bahwa secara relatif, saya pikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki rudal balistik juga.”

Lebih jauh, mantan Presiden AS ini meremehkan bahaya yang ditimbulkan oleh rudal balistik. “Rudal bukanlah masalahnya… Rudal hanya merusak sedikit lokasi, tetapi tidak meledakkan planet ini (seperti yang bisa dilakukan senjata nuklir),” tegas Trump, menyiratkan bahwa prioritas utama seharusnya adalah mencegah Iran memperoleh senjata pemusnah massal.

Perubahan Sikap AS dan Reaksi Iran

Sikap Trump ini jelas menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat terkait Iran. Selama periode eskalasi ketegangan, penghancuran program rudal Iran selalu menjadi tujuan utama Israel.

Bahkan, Amerika Serikat pun sempat menyatakan kekhawatiran bahwa Iran menggunakan program rudal sebagai tameng untuk mencegah negara lain menghentikan ambisi mereka membuat senjata nuklir.

Namun, belakangan ini, rudal balistik Iran justru terbukti sangat presisi ketika digunakan untuk membalas serangan ke Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan Timur Tengah. Teknologi rudal terkini Iran bahkan menunjukkan kemampuannya menembus pertahanan udara berlapis Israel dan Amerika Serikat.

Menariknya, Trump mengklarifikasi bahwa meskipun ada kesepakatan awal, program rudal Iran akan tetap menjadi topik pembahasan dalam negosiasi lanjutan yang telah disepakati kedua belah pihak untuk berlangsung selama 60 hari ke depan.

Tak lama setelah konferensi pers Trump, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa teks MoU telah “resmi” ditandatangani oleh presiden kedua negara. Trump sendiri mengkonfirmasi hal ini setelah jamuan makan malam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com