Nasional . 21/06/2026, 21:27 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan SCCC akan menjadi simbol kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan.
"Di lokasi ini nantinya sangat strategis dan semoga dengan ini kita akan terus melanjutkan kerja sama ke depan," kata Basuki.
Selain pembangunan fisik, program kerja sama ini juga mencakup:
Penyusunan Smart City Masterplan
Pengembangan Smart Building Protocol
Nusantara Smart City Forum
Capacity Building Program
Program tersebut melibatkan berbagai institusi pendidikan dan riset dari Korea Selatan yang bertujuan memperkuat transfer pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Otorita IKN berharap SCCC dapat menjadi pusat inovasi, laboratorium digital, pusat riset lingkungan, serta wadah pengembangan teknologi masa depan di Nusantara.
Pembangunan gedung tersebut ditargetkan berlangsung selama 10 bulan dan diproyeksikan selesai pada akhir tahun 2027.
Selain kawasan kota cerdas, pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif juga terus berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Basuki menegaskan proyek tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah meskipun saat ini terdapat kebijakan efisiensi anggaran.
"Pembangunan kompleks lembaga yudikatif dan legislatif tidak termasuk dalam efisiensi. Pembangunan tetap berjalan, jadi tidak perlu ragu," tegas Basuki.
Di kawasan legislatif nantinya akan dibangun lima gedung utama yang terdiri atas:
Gedung Paripurna
Gedung DPR
Gedung DPD
Gedung MPR
Fasilitas pendukung lainnya
Gedung Paripurna akan menjadi pusat kegiatan legislatif dengan kapasitas mencapai 1.579 orang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media