Ekonomi . 21/06/2026, 21:42 WIB

Purbaya Klaim Ekonomi Indonesia Tertinggi di ASEAN, Tumbuh 5,61 Persen pada Kuartal I 2026

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

“Indonesia terus tampil menonjol dengan pertumbuhan PDB Kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen yoy, mengungguli banyak negara ekonomi G20 dan ASEAN. Di saat yang sama, kami mempertahankan stabilitas harga dengan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen,” kata Purbaya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memasuki periode ekonomi global yang penuh tantangan dengan fondasi yang kuat dan kebijakan yang kredibel.

Ketahanan Energi Indonesia Dinilai Semakin Kuat

Selain membahas pertumbuhan ekonomi, Purbaya juga menyoroti posisi Indonesia dalam menghadapi potensi gejolak energi global.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan sejumlah analisis risiko internasional, Indonesia termasuk negara yang memiliki tingkat eksposur rendah terhadap gangguan energi global.

Bahkan dalam penilaian ketahanan energi global, Indonesia memperoleh skor sebesar 77 persen.

Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan Tiongkok yang memperoleh skor 76 persen dan hanya sedikit berada di bawah Afrika Selatan yang mencapai 79 persen.

Menurut Purbaya, posisi tersebut memberikan keuntungan strategis bagi Indonesia dalam menghadapi kemungkinan kenaikan harga energi dunia maupun gangguan pasokan akibat konflik geopolitik.

Dengan ketahanan energi yang relatif kuat, Indonesia dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dibandingkan sejumlah negara lain yang sangat bergantung pada impor energi.

APBN Tetap Jadi Peredam Gejolak Ekonomi

Purbaya menegaskan bahwa salah satu faktor utama yang menjaga stabilitas ekonomi Indonesia adalah pengelolaan fiskal yang disiplin dan hati-hati.

Pemerintah, kata dia, tetap menjaga defisit anggaran di bawah batas aman 3 persen sehingga ruang fiskal tetap tersedia apabila diperlukan untuk merespons tekanan ekonomi global.

Dengan kondisi tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mampu berfungsi sebagai shock absorber atau peredam guncangan ekonomi.

APBN dapat digunakan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung dunia usaha, serta memperkuat program-program prioritas pemerintah tanpa mengganggu stabilitas makroekonomi.

“Kondisi ini tidak lepas dari bauran kebijakan fiskal yang sehat dan hati-hati. Defisit yang dijaga ketat di bawah 3 persen memberikan ruang yang memadai bagi APBN untuk berfungsi optimal sebagai shock absorber,” jelasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com