Ekonomi . 29/06/2026, 19:11 WIB

Pemerintah Siapkan 39 Bandara Baru, Dorong Pemerataan Pembangunan

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Pemerintah berencana membangun 39 bandar udara baru di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah di Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan saat ini terdapat 257 bandar udara yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah telah menetapkan 39 lokasi baru yang masuk dalam rencana pengembangan jaringan kebandarudaraan nasional.

"Saat ini, Indonesia memiliki 257 bandar udara yang beroperasi. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan 39 lokasi yang direncanakan untuk pembangunan bandar udara baru sebagaimana tercantum dalam Tatanan Kebandarudaraan Nasional, sehingga total Rencana Induk Bandar Udara Nasional mencakup 296 bandar udara," kata Lukman dalam keterangannya, Senin, 29 Juni 2026.

Menurut Lukman, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan sistem transportasi udara yang kuat dan terintegrasi untuk menghubungkan berbagai wilayah. Keberadaan bandara juga dinilai penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor pariwisata, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi.

Ia menjelaskan, pembangunan bandara di Indonesia selama ini menghadapi berbagai tantangan geografis, mulai dari kawasan rawa, lahan gambut, pesisir pantai, daerah pegunungan, hingga pulau-pulau kecil. Namun, berbagai hambatan tersebut dapat diatasi melalui penerapan teknologi rekayasa dan inovasi konstruksi.

"Ke depan, pembangunan bandar udara tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, serta ketahanan terhadap perubahan iklim," ujarnya.

Lukman menambahkan, keberhasilan pembangunan dan pengelolaan bandara tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia di sektor kebandarudaraan. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga ahli menjadi kebutuhan yang mendesak di tengah agenda pengembangan transportasi udara nasional.

Ia juga mendorong Ikatan Ahli Bandar Udara Indonesia (IABI) untuk terus memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan kompetensi, inovasi, dan kolaborasi para profesional di bidang kebandarudaraan.

"Saya berharap IABI menjadi rumah besar bagi para ahli bandar udara Indonesia, melahirkan SDM yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence, serta mampu berkontribusi tidak hanya dalam pembangunan bandar udara di Indonesia, tetapi juga pada berbagai proyek kebandarudaraan di tingkat regional maupun global," kata Lukman.

Pemerintah berharap pembangunan puluhan bandara baru tersebut dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat konektivitas nasional di tengah tantangan geografis Indonesia yang kompleks.

Anisha Aprilia/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com