Politik . 30/06/2026, 15:46 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Partai Golkar bergerak cepat menindaklanjuti dugaan intimidasi yang dilakukan seorang anggota DPRD di Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap dokter Icha. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengatakan partainya telah meminta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar NTT untuk segera memanggil kader yang bersangkutan guna dimintai klarifikasi.
Sarmuji menegaskan bahwa proses pendalaman diperlukan sebelum partai mengambil keputusan terkait sanksi yang akan diberikan.
"Untuk yang kasus NTT, kita akan dalami. Tentu kami sudah tugaskan kepada DPD Provinsi untuk memanggil yang bersangkutan. Tadi malam saya juga ber-WA kepada Ketua DPD Provinsi untuk memanggil dan akan dipanggil secepatnya," kata Sarmuji kepada wartawan, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurutnya, Partai Golkar akan bersikap objektif dengan mendengarkan penjelasan dari seluruh pihak yang terkait sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Didalami dulu. Kan kita harus juga mendengarkan dari kedua sisi. Apakah betul ada intimidasi dan apakah intimidasi itu sampai berujung pada keputusan seseorang untuk melakukan tindakan seperti yang kemarin terjadi," ujarnya.
Menanggapi informasi yang beredar, anggota DPRD tersebut disebut kerap menimbulkan persoalan, termasuk dugaan terkait konsumsi minuman beralkohol sebagaimana disampaikan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Sarmuji menilai kasus pelanggaran perilaku dapat terjadi di partai politik mana pun.
Menurut dia, yang terpenting adalah bagaimana partai menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap kader yang menduduki jabatan publik.
"Selalu akan ada, dari sekian ribu anggota DPRD di Indonesia dari semua partai pasti ada yang seperti itu. Dan tugas kita adalah membuat mereka tertib," katanya.
Sarmuji juga mengingatkan seluruh kader Partai Golkar yang menduduki jabatan publik agar menjaga perilaku dan tidak menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki.
Ia menegaskan bahwa jabatan bukan alasan untuk bertindak semena-mena terhadap masyarakat maupun pihak lain.
"Seluruh pejabat publik, khususnya yang dari Golkar, hendaknya menjaga diri. Ojo dumeh, jangan mentang-mentang memiliki jabatan yang tinggi kemudian berlaku yang tidak patut kepada orang yang di bawahnya," tegas Sarmuji.
Ia memastikan Partai Golkar akan menangani persoalan tersebut sesuai mekanisme internal partai setelah proses klarifikasi dan pendalaman fakta selesai dilakukan.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media