Politik . 01/07/2026, 16:46 WIB

Pengamat: Manuver Jokowi Jadi Sinyal Politik Menuju Pilpres 2029

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai meningkatnya intensitas kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke berbagai daerah menjadi salah satu dinamika politik yang layak mendapat perhatian menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Menurut Arifki, setelah ketentuan presidential threshold dihapus, setiap figur yang memiliki kekuatan elektoral akan semakin dipertimbangkan oleh partai politik dalam menyusun strategi menghadapi kontestasi mendatang.

"Pergerakan Jokowi akan dibaca sebagai kode politik oleh seluruh elite. Terlepas dari apa pun agendanya, pengaruh politik Jokowi masih menjadi variabel penting dalam kalkulasi menuju 2029," ujar Arifki dalam keterangannya yang diterima fin.co.id, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia berpandangan, apabila pengaruh politik Jokowi tetap kuat, maka posisi tawar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam berbagai skenario Pilpres 2029 juga berpotensi meningkat. Situasi tersebut dinilai akan mendorong tokoh-tokoh politik lain untuk mulai membangun strategi sejak dini.

"AHY, Cak Imin, Zulhas, maupun tokoh nasional lainnya seharusnya mulai mengambil momentum. Dalam politik, siapa yang bergerak lebih awal biasanya memiliki peluang lebih besar membangun persepsi publik," katanya.

Arifki juga menilai PDI Perjuangan memiliki alasan untuk mencermati secara serius meningkatnya aktivitas politik Jokowi. Menurutnya, semakin besar pengaruh Jokowi, semakin terbuka pula peluang perubahan konfigurasi koalisi dan posisi tawar partai-partai politik menjelang Pilpres 2029, termasuk apabila PDI Perjuangan ingin mengincar posisi calon wakil presiden.

"Pergerakan Jokowi bukan hanya memperkuat posisi tawar Gibran, tetapi juga bisa menggeser keseimbangan politik. Itu sebabnya setiap partai akan membaca situasi ini dengan sangat serius," jelasnya.

Selain itu, Arifki melihat dinamika politik mulai tampak di internal partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan. Menurutnya, meski saat ini masih berada dalam barisan yang sama, masing-masing partai mulai mempersiapkan kepentingan politik untuk menghadapi Pilpres 2029.

"Mereka memang masih berada dalam satu koalisi, tetapi kepentingan politik menuju 2029 mulai berjalan masing-masing. Ibarat tidur dalam satu ranjang, tetapi mimpinya sudah berbeda-beda," tuturnya.

Ia menambahkan, dinamika tersebut merupakan hal yang lazim dalam politik, mengingat setiap tokoh dan partai akan terus berupaya memperkuat posisi tawarnya menjelang kontestasi nasional.

"Politik selalu soal momentum dan posisi tawar. Ketika satu aktor naik, aktor lain pasti menyesuaikan strategi. Karena itu, publik akan semakin sering melihat manuver para ketua umum partai dan tokoh nasional sebagai bagian dari konsolidasi menuju Pilpres 2029," pungkas Arifki.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com