Ngeri! Korban Tewas Gelombang Panas di Prancis Nyaris 9.000 Orang, Suhu Tembus 44 Derajat

news.fin.co.id - 06/07/2026, 19:12 WIB

Ngeri! Korban Tewas Gelombang Panas di Prancis Nyaris 9.000 Orang, Suhu Tembus 44 Derajat

Prancis, Image: DALL·E 3

Namun demikian, para ilmuwan menilai intensitas gelombang panas pada musim panas 2026 jauh lebih ekstrem dibandingkan kejadian-kejadian sebelumnya.

Durasi yang lebih panjang, suhu yang lebih tinggi, serta wilayah terdampak yang semakin luas membuat dampaknya terhadap kesehatan masyarakat menjadi jauh lebih besar.

Laporan dari World Weather Attribution (WWA) menyebut perubahan iklim akibat aktivitas manusia menjadi faktor utama yang memperburuk gelombang panas di Eropa.

Penggunaan bahan bakar fosil secara masif menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar. Emisi tersebut menumpuk di atmosfer dan memperkuat efek rumah kaca.

Akibatnya, panas yang berasal dari sinar matahari lebih sulit dilepaskan kembali ke luar atmosfer sehingga suhu permukaan bumi terus meningkat.

Kondisi tersebut membuat musim panas menjadi semakin ekstrem dari tahun ke tahun.

Para ilmuwan menilai apabila emisi gas rumah kaca tidak segera ditekan, maka kejadian gelombang panas seperti yang terjadi pada 2026 berpotensi menjadi lebih sering terjadi dengan dampak yang lebih mematikan. (*)

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Pimred FIN.CO.ID