Politik . 28/07/2026, 10:25 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Faktor ketiga yang disoroti Denny adalah skandal pribadi pejabat publik. Ia berpandangan ruang privat memang harus dihormati, namun perlindungan terhadap privasi tidak berlaku apabila menyangkut dugaan pelanggaran hukum, penyalahgunaan jabatan, konflik kepentingan, maupun kebohongan kepada publik.
Dalam surat tersebut, Denny juga menyinggung unggahan Amien Rais yang menyampaikan dugaan adanya skandal privat di lingkaran Istana.
Meski demikian, ia menegaskan tidak menyatakan tuduhan tersebut benar, tetapi meminta agar isu itu dijawab secara terbuka melalui mekanisme yang tepat.
"Sama sekali, saya tidak menyatakan dugaan tersebut pasti benar dan berdasar. Justru karena tuduhannya serius, ia tidak boleh dibiarkan menggantung: harus diklarifikasi, dibuktikan, atau dibantah melalui saluran komunikasi yang tepat," tulisnya.
Menurut Denny, membiarkan isu tanpa penjelasan justru berpotensi memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Berhadapan dengan isu asusila yang panas, diam sama sekali bukan emas. Kekosongan informasi akan segera diisi dengan liarnya spekulasi," ujarnya.
Minta Tiga Alarm Tidak Hanya Dijawab dengan Pidato
Menutup suratnya, Denny menegaskan ketiga persoalan tersebut tidak cukup direspons melalui pidato semata. Ia meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk memulihkan ekonomi, memberantas korupsi tanpa pandang bulu, serta menyelesaikan setiap dugaan skandal melalui proses hukum yang adil.
"Bapak Presiden, tiga alarm tersebut sama sekali tidak cukup dijawab dengan pidato. Ekonomi harus dipulihkan dengan kebijakan yang kredibel. Korupsi harus ditindak tanpa pandang bulu kawan atau lawan. Skandal privat harus dihadapi dengan kejujuran, keteladanan, dan proses hukum yang adil," tulis Denny.
Di akhir suratnya, ia mengaku mendoakan agar Presiden Prabowo diberi kekuatan dalam menghadapi tantangan tersebut.
"Saya tulus berdoa, semoga Bapak Presiden diberi kekuatan dan kejernihan untuk membawa kapal Republik Indonesia melewati tiga gelombang tsunami besar tersebut: krisis ekonomi, skandal publik, dan skandal pribadi," tutupnya. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media