Nasional . 02/08/2026, 23:21 WIB

Masih Seperti Dulu! Menu MBG Diduga Bikin Ratusan Orang di Semarang Keracunan

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id — Imbas munculnya gangguan kesehatan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan membekukan operasional Dapur SPPG Karangturi di Semarang, Jawa Tengah.

Langkah pembekuan ini berjalan usai sejumlah warga sekolah mengeluhkan gejala seperti pusing, mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi sajian menu MBG.

Kepala BGN, Sudaryono, mendatangi para korban di tiga fasilitas kesehatan Kota Semarang pada Sabtu, 1 Agustus 2026, yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, serta RS Pantiwilasa Citarum.

"Jadi, ini saya kunjungan ke Semarang merespons dari laporan adanya keracunan dari SMK Negeri 6 Semarang ya. Ada sekitar 700-an sekian yang dirawat, sebagian itu ada yang mual, ada yang terus-menerus buang air, dan seterusnya. Dari sekitar 700-an yang dirawat itu sebagian di rumah sakit, dan ada yang di puskesmas. Alhamdulillah, tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," ujar Sudar, Minggu, 2 Agustus 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, total warga sekolah yang terkena dampak mencapai 707 jiwa, mencakup 693 murid dan 14 pengajar SMKN 6 Semarang usai menyantap jatah MBG pada Jumat, 31 Juli 2026.

Dugaan Penyebab Insiden Pangan dan Pengujian Laboratorium

Dari temuan awal di lapangan, tim investigasi BGN menenggarai masalah bersumber dari komponen bahan masakan tertentu yang saat ini tengah menjalani uji klinis laboratorium. Di samping itu, ada indikasi proses pengolahan makanan dilakukan terlalu awal sebelum jadwal pembagian.

"Sejauh ini, investigasi yang kami terima ada beberapa bahan, yakni daun singkong, bumbu rendang, dan lain-lain. Kita lagi minta dari dinas kesehatan untuk dicek laboratoriumnya. Kita butuh waktu paling tidak tujuh hari, lima hari kerja begitu, untuk sampai dengan hasilnya, kemudian, kita bisa lihat hasil lab-nya. Namun, sejauh ini investigasi kita adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal," ucap Sudar.

BGN Kebut Penerapan Sistem Digital Pemantauan Dapur

Guna mengunci celah kelalaian serupa di masa mendatang, BGN kini mempercepat integrasi platform digital untuk mengawasi seluruh rantai produksi dapur MBG.

Sistem ini bakal merekam dan memantau seluruh aktivitas memasak secara real-time, mulai dari waktu persiapan bahan, ragam menu, hingga komposisi bumbu yang dipakai.

"Kita sudah siapkan sistemnya. Ini sekarang sedang kita paksa semua dapur, ada koordinator kecamatan dan lain-lain, sedang kita paksa kerja pakai sistem. Jadi, kapan kol mulai dicacah, kapan dimasak itu semua kita kunci, dan kita lagi siapkan ini (sistemnya), kita kebut semua. Semoga dalam waktu seminggu atau dua minggu ini sudah beres, kemudian, kita harapkan orang tua siswa, guru, dan barangkali dinas kesehatan bisa melihat jam berapa dimasak, apa saja yang dimasak, bumbu apa yang dimasukkan harus kemudian tersistem dan terpantau semua," ujar Sudar.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com