Internasional . 04/08/2026, 19:40 WIB

Menkeu AS Optimis Krisis Selat Hormuz Bakal Berakhir Besok, Akankah Terwujud?

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan bahwa Washington memiliki peluang mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz pada Rabu. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menstabilkan harga energi di pasar global.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa, 4 Agustus 2026, Bessent mengungkapkan optimisme pemerintah AS terhadap proses yang sedang berlangsung.

“Kami sedang bernegosiasi dengan Iran, dan saya pikir ada kemungkinan kita dapat mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini,” kata Bessent pada hari Selasa dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap kondisi Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling penting.

Kesepakatan Disebut Akan Menjamin Kebebasan Pelayaran

Dalam wawancara tersebut, Bessent juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan Iran mengenakan biaya tol terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz apabila kesepakatan tercapai.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kesepakatan adalah memastikan kelancaran lalu lintas pelayaran. “Saya pikir itu akan memberikan kebebasan bergerak,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Washington berharap jalur pelayaran internasional dapat kembali beroperasi secara normal tanpa hambatan.

Pernyataan Scott Bessent Sejalan dengan Donald Trump

Komentar Scott Bessent sejalan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disampaikan pada Senin. Trump sebelumnya menegaskan bahwa Selat Hormuz dapat kembali dibuka dalam hitungan jam setelah ia menarik ancaman serangan militer besar-besaran terhadap Iran.

Pernyataan kedua pejabat itu memperlihatkan optimisme pemerintah Amerika Serikat terhadap kemungkinan meredanya ketegangan di kawasan.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran membantah bahwa negosiasi dengan Washington sedang berlangsung.

Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz masih menunjukkan tingkat ketegangan yang tinggi. Pada Selasa, sebuah proyektil tak dikenal menghantam kapal kargo di kawasan tersebut. Insiden itu kembali menyoroti posisi Selat Hormuz sebagai salah satu titik paling sensitif dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

AS Prediksi Harga Energi Kembali Stabil

Scott Bessent tetap optimistis terhadap dampak kesepakatan tersebut bagi pasar energi dunia. Ia mengatakan ratusan kapal saat ini masih menunggu kesempatan untuk melintasi Selat Hormuz.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com