Nasional . 05/08/2026, 12:36 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Hingga Maret 2026, jumlah masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan tercatat sebanyak 22,93 juta orang atau setara 8,07 persen dari total penduduk nasional.
Dibandingkan kondisi pada September 2025, jumlah tersebut berkurang sekitar 430 ribu orang. Sementara secara persentase, tingkat kemiskinan turun 0,18 poin persentase.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan capaian tersebut melanjutkan tren penurunan kemiskinan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
"Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 22,93 juta orang atau turun sebanyak 0,43 juta orang dibandingkan September 2025. Dari sisi persentase, tingkat kemiskinan pada Maret 2026 mencapai 8,07% atau turun sebesar 0,18% poin dibandingkan September 2025," kata Edy dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu 5 Agustus 2026.
Garis Kemiskinan Naik Jadi Rp669 Ribu
BPS juga mencatat garis kemiskinan pada Maret 2026 berada di angka Rp669.235 per kapita per bulan atau meningkat 4,33 persen dibandingkan September 2025.
Masyarakat dengan pengeluaran di bawah angka tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin.
Jika dirinci, garis kemiskinan di wilayah perkotaan mencapai Rp692.906 per kapita per bulan, sedangkan di pedesaan sebesar Rp635.172 per kapita per bulan.
Kenaikan garis kemiskinan di perkotaan tercatat sebesar 4,50 persen, sementara di pedesaan naik 4,08 persen dibandingkan September tahun lalu.
Menurut BPS, komoditas makanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan dengan kontribusi 74,70 persen. Sementara itu, komoditas bukan makanan menyumbang 25,30 persen.
Dalam skala rumah tangga, rata-rata keluarga miskin di Indonesia memiliki 4,62 anggota rumah tangga. Dengan kondisi tersebut, garis kemiskinan rumah tangga pada Maret 2026 mencapai Rp3.910.866 per bulan.
Penyerapan Tenaga Kerja Bertambah
Selain mencatat penurunan angka kemiskinan, BPS juga melaporkan peningkatan jumlah penduduk yang bekerja sepanjang Februari hingga Mei 2026.
Dalam periode tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap bertambah 522 ribu orang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media