Internasional . 07/08/2026, 08:27 WIB

Donald Trump Murka usai Politikus Muslim Abdul El-Sayed Menang Pemilihan Senat: Dia Benci Israel dan Yahudi

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat Amerika Serikat dari negara bagian Michigan langsung memancing reaksi keras Presiden Donald Trump. Trump menuding politikus keturunan Mesir itu memiliki kebencian terhadap Israel dan masyarakat Yahudi.

Hasil pemilihan tersebut juga membawa El-Sayed semakin dekat dengan peluang mencetak sejarah sebagai senator Muslim pertama di Amerika Serikat apabila berhasil memenangi pemilu yang akan digelar pada November 2026.

Dilansir Al Jazeera, Kamis 6 Agustus 2026, Abdul El-Sayed berhasil mengungguli anggota DPR AS Haley Stevens dalam persaingan internal Partai Demokrat setelah hampir seluruh suara selesai dihitung.

Kemenangan tipis itu menjadi perhatian karena Haley Stevens mendapat dukungan besar dari kelompok lobi pro-Israel. Dalam kontestasi tersebut, lebih dari US$60 juta digelontorkan untuk mendukung berbagai kampanye, termasuk lebih dari US$30 juta dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang mengalir kepada Stevens.

Pada pemilu November mendatang, El-Sayed akan berhadapan dengan calon dari Partai Republik, Mike Rogers. Pertarungan memperebutkan kursi Senat Michigan diperkirakan menjadi salah satu kontestasi paling menentukan karena berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan di Senat selama sisa masa pemerintahan Donald Trump.

Di tengah keberhasilan El-Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan, Trump justru melontarkan kritik tajam. Ia menolak anggapan bahwa kandidat Demokrat tersebut memiliki sikap terbuka terhadap semua pihak.

"Jajak pendapat kembali keliru. Mereka mengira semalam akan menjadi kemenangan telak bagi seseorang yang membenci orang Yahudi dan membenci Israel. Orang ini membenci orang Yahudi," kata Trump.

Trump kemudian menyinggung pernyataan El-Sayed yang belakangan menyebut dirinya mencintai semua orang.

"Dia sekarang berkeliling mengatakan bahwa dirinya mencintai semua orang. Itu tidak benar. Dia tidak mencintai semua orang. Dia tidak mencintai Israel dan tidak mencintai masyarakat Yahudi," ujar Trump.

Presiden AS itu kembali mengulangi tuduhannya dengan menyatakan kebencian terhadap Israel dan warga Yahudi telah mengakar dalam diri El-Sayed.

"Dia membenci mereka. Kebencian itu begitu besar di dalam hatinya dan tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mengubahnya," kata Trump.

Selama kampanye, El-Sayed dikenal sebagai politikus progresif yang secara terbuka mengkritik operasi militer Israel di Gaza dan menyebutnya sebagai genosida. Ia juga mengusulkan agar anggaran yang selama ini digunakan untuk mendukung konflik yang menguntungkan Israel dialihkan untuk memperkuat layanan kesehatan, pembangunan perumahan, serta infrastruktur di Amerika Serikat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Arab American Institute, Maya Berry, menilai hasil pemilihan di Michigan menunjukkan bahwa pemilih lebih mempertimbangkan gagasan yang dibawa kandidat dibanding kampanye negatif yang menyerang identitasnya sebagai warga Arab Amerika dan Muslim.

"Pemilih tidak mempercayai serangan iklan tersebut. Saya senang karena kini seluruh Amerika dapat melihat bahwa warga Michigan tidak menerima politik semacam itu," ujar Berry.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com