Pendidikan . 15/08/2026, 21:12 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dengan demikian, kebijakan pemerintah pada 2027 lebih diarahkan untuk mempertahankan berbagai bentuk dukungan yang sudah berjalan ketimbang memberikan kenaikan gaji secara umum.
Perbedaan antara kenaikan gaji, tunjangan profesi, dan tambahan penghasilan juga penting dipahami agar masyarakat tidak keliru membaca besarnya anggaran pendidikan.
Anggaran pendidikan 2027 juga akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan.
Pemerintah menyiapkan anggaran untuk merenovasi 12.215 unit sekolah dan madrasah.
Selain renovasi, pemerintah berencana membangun 100 Sekolah Rakyat dan mendukung operasional 166 Sekolah Rakyat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas belajar.
Di sisi lain, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekitar 54,2 juta siswa.
Untuk pendidikan anak usia dini, terdapat Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) yang menyasar sekitar 6,3 juta peserta didik.
Artinya, anggaran pendidikan 2027 tidak hanya berputar pada jenjang sekolah dasar hingga menengah. Pemerintah juga mengalokasikan dana untuk pendidikan usia dini dan pendidikan tinggi.
Penggunaan anggaran pendidikan juga mencakup program beasiswa LPDP.
Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, termasuk membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan studi.
Selain pendidikan formal, pemerintah juga mengalokasikan bantuan operasional bagi 148 museum dan taman budaya.
Hal ini menunjukkan bahwa cakupan anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 cukup luas. Ada pendidikan dasar, menengah, tinggi, kesejahteraan guru, pembangunan sekolah, bantuan operasional hingga pengembangan kebudayaan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media