Internasional . 16/08/2026, 21:32 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Kekeringan akut dan panas ekstrem mendorong sejumlah pemerintah daerah di Swiss menerapkan pembatasan penggunaan air. Warga di sejumlah wilayah kini dilarang melakukan aktivitas seperti mencuci mobil, menyiram taman, mengisi kolam renang, hingga mengambil air dari sungai untuk kebutuhan pertanian.
Kondisi tersebut muncul setelah dinas cuaca nasional Swiss, MeteoSuisse, menetapkan peringatan kekeringan tertinggi pada tingkat empat untuk seluruh wilayah negara tersebut.
Akibatnya, hampir seluruh dari 26 kanton Swiss menerapkan langkah penghematan air untuk menghadapi kondisi kekeringan yang semakin serius.
Menurut laporan harian Blick, Jumat, 14 Agustus 2026, otoritas Kanton Aargau yang berbatasan dengan Jerman telah menerapkan sejumlah larangan penggunaan air. Pemerintah setempat melarang masyarakat menyiram taman, mengisi kolam renang, serta mencuci kendaraan.
Pembatasan tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan rumah tangga. Pemerintah Kanton Aargau juga melarang petani mengambil air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
Kebijakan itu menimbulkan persoalan serius bagi para petani. Mereka mengeluhkan kondisi yang semakin kritis karena sumber air untuk menunjang aktivitas pertanian ikut terdampak kekeringan.
Pemerintah Kanton Basel juga menerapkan langkah serupa. Dengan pembatasan penggunaan air di sejumlah kanton, masyarakat harus mengurangi aktivitas yang membutuhkan banyak air selama kondisi kekeringan berlangsung.
Kekeringan panjang juga mulai terlihat dari menurunnya permukaan sejumlah sumber air di Swiss. Tingkat air di Danau Zurich dilaporkan mengalami penurunan secara signifikan.
Selain Danau Zurich, kekeringan turut memengaruhi tingkat air di Danau Constance dan Sungai Rhein Hilir. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada aktivitas masyarakat dan sektor usaha yang bergantung pada ketersediaan air.
Sejumlah perusahaan pelayaran bahkan terpaksa membatalkan layanan di beberapa rute. Kondisi tersebut menunjukkan dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air sehari-hari, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas transportasi.
Di wilayah pegunungan Swiss tengah, dampak kekeringan terasa semakin nyata. Masyarakat yang tinggal di kawasan seperti Gunung Pilatus, dekat Kota Lucerne, harus mengandalkan pasokan air minum dari mobil tanker atau traktor karena sumber mata air setempat mengering.
Kondisi tersebut membuat pasokan air minum masyarakat di kawasan pegunungan bergantung pada distribusi menggunakan kendaraan. Warga tidak lagi bisa mengandalkan sumber mata air yang selama ini memenuhi kebutuhan mereka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media