Internasional . 16/08/2026, 21:32 WIB

Kekeringan Akut Melanda Swiss, Warga Dilarang Cuci Mobil hingga Siram Taman

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

Pemerintah Kota Solothurn juga mengambil langkah tegas untuk menghemat persediaan air. Pemerintah melarang petani mengambil air dari sungai "hingga waktu yang belum ditentukan," kata Blick.

Larangan tersebut menunjukkan tekanan terhadap ketersediaan air yang semakin besar di berbagai wilayah Swiss. Pemerintah daerah harus membatasi pemanfaatan sumber air untuk menjaga persediaan di tengah kekeringan berkepanjangan.

Krisis air di Swiss juga berlangsung ketika sejumlah negara Eropa menghadapi periode panas yang sangat tinggi. Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, dan Yunani tercatat sebagai negara yang terdampak paling parah.

Panas Ekstrem Melanda Sejumlah Negara Eropa

Kekeringan di Swiss menjadi bagian dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah kawasan Eropa. Suhu panas dan minimnya ketersediaan air meningkatkan tekanan terhadap masyarakat, pertanian, serta berbagai aktivitas yang membutuhkan sumber daya air.

Prancis juga menghadapi dampak serius dari kondisi tersebut. Pada 16 Juli, Presiden Emmanuel Macron mengatakan Prancis menghadapi jumlah kebakaran hutan tertinggi sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Situasi tersebut memperlihatkan luasnya dampak periode panas ekstrem di Eropa. Sementara Swiss memperketat penggunaan air akibat kekeringan akut, negara-negara lain juga menghadapi konsekuensi berupa kebakaran hutan dan tekanan terhadap sumber daya alam.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com