Internasional . 20/08/2026, 21:58 WIB

Tragedi Berdarah di Tambang Emas Afrika Tengah, Lebih dari 100 Nyawa Melayang Tertimbun Tanah

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id — Bencana mematikan kembali melanda sektor pertambangan rakyat di kawasan Afrika bagian tengah setelah longsor besar meruntuhkan area penggalian emas hingga menimbun ratusan pekerja.

Lebih dari 100 orang tewas setelah sebuah tambang emas rakyat runtuh di wilayah barat Republik Afrika Tengah (CAR), dekat perbatasan dengan Kamerun, demikian disampaikan oleh sumber-sumber setempat dan seorang sukarelawan Palang Merah.

Media setempat melaporkan bahwa peristiwa runtuhnya tambang tersebut terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, di desa Zamboye, sekitar 50 km (31 mil) dari kota Baboua di Republik Afrika Tengah dan beberapa kilometer dari Garoua-Boulai di wilayah timur Kamerun.

Gervais Ganagoroh, seorang sukarelawan Palang Merah yang terlibat dalam upaya pertolongan, mengatakan kepada kantor berita Associated Press, lebih dari 100 jenazah telah ditemukan dari lokasi runtuhan.

Seorang pejabat senior di asosiasi pertambangan setempat juga mengatakan kepada Reuters bahwa peristiwa tersebut telah merenggut lebih dari 100 nyawa; jumlah korban jiwa ini juga dikonfirmasi oleh sumber-sumber lokal lainnya kepada AFP.

Jumlah Korban Diprediksi Terus Bertambah

Jumlah korban diperkirakan akan bertambah karena masih ada beberapa orang yang hilang atau terjebak di bawah reruntuhan, menurut pejabat setempat, Bertrand Be Yangue.

"Menemukan mereka dalam keadaan hidup akan menjadi sebuah keajaiban," ujar Yangue. "Kami sangat sedih dan terpukul melihat para pemuda dan perempuan kehilangan nyawa setelah datang ke tambang ini demi menyelamatkan keluarga mereka dari keputusasaan," lanjutnya

Souleymane Bi, wakil wali kota prefektur Nana-Mambere di Republik Afrika Tengah, mengatakan: "Ini mengerikan. Dan, kami menyerukan bantuan dari berbagai organisasi serta semua orang yang berhati mulia untuk turut membantu."

Penyebab Runtuhnya Terowongan dan Proses Penyelidikan

Peristiwa runtuhnya tanah tersebut diduga disebabkan oleh runtuhnya beberapa terowongan bawah tanah tempat para penambang sedang bekerja, demikian pernyataan jaksa penuntut umum Baboua, yang juga mengumumkan dimulainya penyelidikan hukum.

"Pada tahap ini, sulit bagi kami untuk memastikan jumlah resmi korban," kata pejabat setempat Baboua, Laurent Ngon Baba, kepada AFP.

Cedric Mbango, seorang penambang di lokasi kejadian, menggambarkan peristiwa tersebut sebagai sebuah "bencana besar".

"Tanah runtuh sepenuhnya dan mengubur orang-orang. Saat saya berbicara dengan Anda, masih ada orang-orang yang terkubur. Upaya penyelamatan sedang berlangsung," ujarnya kepada AFP.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com