Nasional . 21/08/2026, 21:13 WIB

Karhutla Mengganas, TNI Kerahkan 14.167 Personel dan Puluhan Helikopter untuk Padamkan Api

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Sebanyak 14.167 personel TNI terus dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Ribuan personel tersebut masih menjalankan proses pemadaman hingga saat ini.

Berdasarkan siaran pers resmi Puspen TNI yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026, personel TNI menjalankan sejumlah tugas untuk menangani karhutla sesuai kondisi di masing-masing daerah.

"Upaya yang dilakukan meliputi pemadaman, patroli, pemantauan, pencegahan, dan penanganan dampak karhutla sesuai dengan kondisi dan perkembangan situasi di masing-masing wilayah," kata siaran pers resmi Puspen TNI tersebut.

Ribuan Personel TNI Diperkuat Lintas Instansi

Dalam menjalankan tugas di lapangan, personel TNI mendapat dukungan dari berbagai instansi. Mereka bekerja bersama pemerintah daerah, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Selain mengerahkan personel untuk pemadaman, TNI juga menyiagakan seluruh satuan di daerah untuk memberikan dukungan penuh terhadap penanganan kebakaran. Kesiapsiagaan tersebut mencakup penyiapan personel dan materiil, pemantauan wilayah, patroli, serta koordinasi dengan unsur terkait.

"Kesiapsiagaan dilakukan melalui penyiapan personel dan materiil, pemantauan wilayah, patroli serta koordinasi dengan unsur terkait, sehingga kekuatan TNI dapat digerakkan secara cepat dan tepat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan karhutla," kata siaran pers tersebut.

Dengan memaksimalkan dukungan dari satuan wilayah, TNI meyakini proses pemadaman dapat berlangsung lebih maksimal. Mabes TNI juga memastikan ribuan personel dan satuan TNI di berbagai daerah akan terus dikerahkan hingga kondisi di lokasi bencana karhutla kembali kondusif.

Enam Provinsi Jadi Fokus Penanganan Karhutla

Sementara itu, pemerintah memusatkan penanganan karhutla di enam provinsi yang dinilai paling rawan. Keenam wilayah tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Dari daerah yang kita waspadai sebagai daerah yang paling kritis ada enam provinsi yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Djamari, pemerintah memberi perhatian khusus kepada enam provinsi tersebut karena memiliki kawasan lahan gambut yang rentan terbakar saat kondisi kering pada musim kemarau. Kondisi itu juga dapat semakin parah akibat pengaruh El Niño.

Selain enam provinsi tersebut, kebakaran juga terjadi di sejumlah kawasan lain, antara lain Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah Siapkan 43 Helikopter

Untuk memperkuat penanganan dari udara, pemerintah mengerahkan sekitar 43 helikopter ke berbagai wilayah terdampak karhutla. Pemerintah juga menyiapkan pesawat fixed-wing sesuai kebutuhan di lapangan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com