Megapolitan . 21/08/2026, 17:28 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menertibkan aktivitas pedagang yang berjualan di luar area Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Langkah tersebut diambil setelah seorang pelajar meninggal dunia akibat kecelakaan di kawasan tersebut.
Pelajar bernama Hammamshidqi Hammammuthi (17), siswa MAN 6, mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor menuju sekolah pada Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Ia terjatuh setelah sepeda motornya tergelincir di Jalan Raya Bogor yang berada di depan pasar.
Setelah terjatuh, korban kemudian terlindas truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hingga meninggal dunia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Timur dan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya untuk mengatasi persoalan pasar tumpah yang dinilai mengganggu lalu lintas serta membahayakan pengguna jalan.
“Yang pertama sudah dilakukan koordinasi dengan Wali Kota dan Dirut Pasar Jaya. Sudah diminta untuk pedagang yang berada di luar yang bisa mengganggu lalu lintas karena airnya membuat licin dan sebagainya segera diminta untuk masuk ke dalam,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut Pramono, penertiban pedagang di luar area pasar akan dikoordinasikan oleh Wali Kota Jakarta Timur. Namun, pengelola Pasar Jaya juga diminta terlibat karena kawasan tersebut berada di area yang dikelola perusahaan milik Pemprov DKI.
“Dan dilakukan penertiban untuk itu dikoordinasikan oleh Wali Kota Jakarta Timur. Tetapi kemudian karena ini areanya area Pasar Jaya, saya sudah minta kepada Dirut Pasar Jaya juga ikut terlibat dalam hal ini,” ujarnya.
Pramono menegaskan penataan kawasan tersebut harus segera dilakukan untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi. Seluruh pihak terkait diminta mengambil langkah konkret terhadap aktivitas perdagangan yang berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Karena bagaimanapun ini enggak boleh terulang kembali,” tegasnya.
Keluarga Korban Minta Penertiban Serius
Sebelumnya, ayah korban, Eri Yusnovi (49), bersama tim kuasa hukum mendatangi Balai Kota Jakarta pada Jumat pagi. Mereka menyerahkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta agar penataan kawasan Pasar Kramat Jati dilakukan secara serius.
Eri menilai belum terlihat tindakan tegas di lapangan sejak kecelakaan yang merenggut nyawa anaknya.
"Kalau saya lihat dari hari pertama kejadian sampai sekarang belum ada tindakan yang tegas di lapangan. Jalan masih licin, ada yang jatuh walaupun nggak sampai seperti anak saya," tutur Eri.
Menurutnya, lokasi kecelakaan merupakan kawasan pasar tumpah yang banyak digunakan pedagang ikan dan hasil laut. Limbah serta air bekas mencuci ikan yang mengalir ke jalan membuat permukaan jalan menjadi licin.
Eri mengaku pihak keluarga telah berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, pihak kelurahan, hingga Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media