Internasional . 21/08/2026, 22:11 WIB

Presiden Pezeshkian Dorong Akhiri Perang Timur Tengah Saat Iran Berada di Posisi Kuat

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Langkah diplomasi terbaru dari Teheran menegaskan kesiapan untuk menghentikan konflik bersenjata demi mencapai perdamaian yang bermartabat.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Jumat, 21 Agustus 2026 mengatakan, sudah saatnya mengakhiri perang Timur Tengah yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dengan Amerika Serikat, karena Teheran berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan Washington.

Pembicaraan antara kedua pihak yang telah bermusuhan selama beberapa dekade ini masih tertunda, sementara kedua belah pihak dalam perang yang dimulai oleh AS dan Israel pada bulan Februari tersebut terjebak dalam jalan buntu.

Ketegangan di jalur pelayaran internasional juga belum mereda akibat aksi militer kedua negara. Teheran tetap menutup sebagian Selat Hormuz yang vital, sementara Washington terus melakukan blokade balasan angkatan laut terhadap Iran.

"Lebih baik kita mengakhiri perang sekarang, selagi kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat," ujar Pezeshkian dalam pertemuan dengan para dokter.

Pemimpin Iran tersebut mengklaim dukungan global atas posisi negaranya dalam konflik ini. "Seluruh dunia mengakui kemenangan kita dan menegaskan bahwa Amerika telah menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur kita dengan melanggar segala aturan, serta dibenci di seluruh dunia."

Tuduhan Terorisme Ekonomi dan Sanksi Baru Washington

Komentarnya muncul setelah kementerian luar negeri Iran menuduh AS melakukan "terorisme ekonomi" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan" menyusul pernyataan Washington yang akan meningkatkan sanksi guna menekan Teheran.

Otoritas Iran menuntut pertanggungjawaban hukum atas dampak kebijakan ekonomi tersebut. "Para pelaku dan pihak yang memicu sanksi ini layak diadili dan dihukum karena melakukan kejahatan keji semacam itu," demikian pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah.

Pemerintah AS terang-terangan mengungkapkan strategi baru untuk melumpuhkan perekonomian Teheran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Kamis berjanji bahwa Washington akan "meruntuhkan" rezim Iran melalui kampanye yang diancamkan tersebut, hampir enam bulan setelah perang mereka dimulai.

Komentar-komentar ini menggarisbawahi bagaimana pemerintahan Trump beralih menggunakan tekanan ekonomi alih-alih tekanan militer terhadap Teheran, seiring berlarut-larutnya perang yang tidak populer bagi presiden AS tersebut.

Negara mitra internasional menolak pendekatan sepihak yang diterapkan oleh pihak AS. Tiongkok juga mengkritik rencana ekonomi Washington, dengan menyatakan bahwa "sanksi dan tekanan" AS tidak akan menyelesaikan konflik Timur Tengah.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com