Nasional . 22/08/2026, 10:07 WIB

Sutradara Film Saur Sepuh Imam Tantowi Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id -  Kabar duka datang dari dunia perfilman Indonesia. Sineas senior Imam Tantowi meninggal dunia pada Jumat petang dalam usia 80 tahun.

Kabar tersebut disampaikan Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Evry Joe. Ia mengatakan Imam Tantowi merupakan salah satu sutradara besar Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya selama berkiprah di industri perfilman.

"Telah berpulang, meninggal dunia, Bapak Imam Tantowi. Beliau adalah sutradara besar kita, berpulang pada sore ini di usia 80 tahun," kata Evry dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta pada Jumat malam.

Saat ini, jenazah Imam Tantowi disemayamkan di rumah duka di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten.

Evry turut menyampaikan penghormatan terakhir kepada Imam Tantowi sekaligus berharap karya-karya yang ditinggalkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi sineas berikutnya.

"Saya pribadi mengucapkan selamat jalan Mas Imam. Semoga karya-karyamu menjadi pembelajaran untuk sineas-sineas muda dan menjadi amal di dunia dan akhirat," katanya.

Perjalanan Karier Imam Tantowi

Imam Tantowi lahir di Tegal pada 13 Agustus 1946. Ia mulai mengenal dunia seni melalui panggung teater sandiwara pada era 1960-an.

Kariernya di industri film kemudian berkembang sejak dekade 1970-an. Berdasarkan informasi Indonesian Film Center, Imam Tantowi terlibat dalam berbagai produksi film dengan peran sebagai penata artistik, penulis skenario hingga sutradara.

Sejumlah film pernah melibatkan Imam Tantowi sebagai penulis naskah, di antaranya Pengabdi Setan (2017), Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013), dan Ketika Cinta Bertasbih (2009).

Ia juga dikenal sebagai sutradara sekaligus penulis skenario untuk sejumlah film, termasuk Tujuh Manusia Harimau (1986), Saur Sepuh III (1989), dan Saur Sepuh IV (1991).

Raih Sejumlah Penghargaan

Dedikasi Imam Tantowi di dunia perfilman membuatnya meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Pada Festival Film Indonesia (FFI) 1989, ia memperoleh Piala Citra untuk kategori Penulis Cerita Asli Terbaik melalui film Si Badung.

Dua tahun kemudian, Imam Tantowi kembali meraih Piala Citra. Kali ini penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Sutraadara Terbaik dalam FFI 1991 berkat film Soerabaia 45.

Tak hanya di layar lebar, kiprahnya juga merambah dunia sinetron. Imam Tantowi tercatat meraih penghargaan sebagai penulis cerita asli terbaik dalam Festival Sinetron Indonesia pada 1994, 1995, dan 1996.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com