Nasional . 01/09/2026, 22:46 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemerintah memasang target penurunan tingkat kemiskinan nasional hingga rentang 6–6,5 persen pada 2027. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut target tersebut menjadi salah satu sasaran pembangunan pemerintah di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen.
"Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang solid yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif menjadi faktor pendorong percepatan penurunan kemiskinan," kata Purbaya dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Purbaya mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi yang solid dengan dukungan kebijakan fiskal yang efektif dapat mempercepat penurunan tingkat kemiskinan nasional. Karena itu, pemerintah menempatkan stabilitas ekonomi dan kebijakan fiskal sebagai bagian penting dalam mencapai sasaran pembangunan pada 2027.
Selain kemiskinan, pemerintah menetapkan sejumlah sasaran pembangunan lainnya pada 2027. Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada rentang 4,30 sampai dengan 4,87 persen.
Sementara itu, pemerintah menargetkan rasio gini berada pada rentang 0,362–0,367. Adapun Indeks Modal Manusia ditargetkan mencapai 0,575.
Pemerintah juga menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dengan menjaga inflasi pada level 2,5 persen. Untuk tingkat bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun, pemerintah memperkirakan angkanya sebesar 6,9 persen.
Target-target tersebut menjadi bagian dari sasaran pembangunan yang pemerintah susun untuk 2027. Pemerintah berharap stabilitas ekonomi dan kebijakan fiskal dapat mendukung pencapaian berbagai indikator tersebut.
Dalam asumsi makroekonomi 2027, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah berada pada level Rp17.500 per dolar AS. Sementara itu, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar 75 dolar AS per barel.
Di sektor energi, pemerintah menargetkan lifting minyak bumi mencapai 612.500 barel per hari. Sementara itu, lifting gas ditargetkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari.
Seluruh asumsi tersebut masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dalam rancangan tersebut, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp3.496 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp4.097,29 triliun.
Pemerintah juga menjaga defisit anggaran pada level 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dengan kerangka tersebut, pemerintah menyusun kebijakan fiskal untuk mendukung sasaran ekonomi dan pembangunan pada 2027.
Sebelumnya, Bendahara Negara itu menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia pada 2025 mengalami penurunan. Data tersebut menjadi gambaran perkembangan indikator sosial ekonomi sebelum pemerintah menetapkan target pembangunan untuk 2027.
Tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,85 persen. Angka tersebut turun dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 4,91 persen.
Sementara itu, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan. Angkanya turun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.
Pemerintah kini menargetkan penurunan lebih lanjut hingga tingkat kemiskinan berada pada rentang 6–6,5 persen pada 2027. Untuk mencapai sasaran tersebut, Purbaya menekankan pentingnya stabilitas, pertumbuhan ekonomi yang solid, serta kebijakan fiskal yang efektif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media